BANJARMASIN, banuapost.co.id– Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel, 9 Juni mendatang, calon nomor urut 02 H Denny Indrayana mengajak pesaingnya, Paman Birin dan Muhidin, tidak melakukan maksiat politik.
Ajakan itu disampaikan Denny dalam surat terbuka berikut dengan videonya yang diterima redaksi banuapost.co.id, Selasa (11/5). Video dengan judul: ‘Menjemput Kemenangan dengan Kefitrian, Kejujuran dan Keadilan’, bendurasi kisaran 10 menit itu dibuat Senin (10/5).
Menurutnya, Hari Raya Idul Fitri 1442 H merupakan hari penuh kemenangan, hari penuh kesucian. Semangat berjuang dengan nilai-nilai kefitrian, kesucian, kejujuran dan keadilan itulah yang terus digaungkan dan suarakan: “Kada Bedustaan, Kada Bededuitan (tidak berduta, tidak pakai duit)”.
Ditegaskan Denny, sedari awal garis start hingga finish, terus istiqomahkan berjuang dengan cara-cara berpolitik Rasulullah, Sang Uswatun Hasanah. Mengharamkan politik uang, politik betapalan, apapun ngarannya sedekah, hadiah, bahkan zakat sekalipun. Karena senyatanya itu, hanya topeng dari perilaku korup dan curang yang harus dihilangkan.
Bahkan Denny mengaku konsisten mengamalkan ucapan Abah Guru Sekumpul dalam salah satu video: “Nang panting (yang penting) disampaikan di sini, apabila handak (hendak) jadi bupati atau gubernur, nang dijaga jangan sampai main tapal dan sogok”.
“Pesan tersebut, tentu perlu diamalkan bersama. Apalagi oleh mereka yang mengaku-ngaku dzuriyat,” imbuhnya.
Karena itu sebagai sesama pecinta Rasulullah, para Habaib dan para Waliyullah, sambung Denny, dirinya tidak henti-hentinya mengajak Paman Birin dan Haji Muhidin untuk berpolitik bersih, tidak menyuap, tidak besogokan, tidak berdusta dan tidak pakai duit.
Meski menyadari betul duit Paman Birin hasil Haji Isam dan Muhidin menambang batubara, tidak kehitungan banyaknya. Namun yakin keduanya masih memiliki hati dan bisa diketuk nuraninya untuk tidak menghamburkan duit, hingga akhirnya menjadi maksiat politik dan makin mendatangkan bala untuk banua.
“Belum ada kata terlambat untuk bertobat. Kembali kepada cara berpolitik Rasulullah dan pesan wasiat Abah Guru Sekumpul. Better late than never, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata Denny.
Sementara untuk pendukungnya, Denny meminta untuk tidak surut selangkahpun memperjuangkan PSU yang jujur dan adil. Karena perjuangan ini bukan hanya merebut posisi kekuasaan. Tapi perubahan untuk Banua yang lebih adil dan lebih sejahtera.
“Hajat ini gasan anak-cucu kita yang akan datang. Mereka juga berhak atas Banua yang masih sugih sumber daya alamnya. Bukan Banua yang hanya menyisakan bencana,” tandas Denny.
Manurut catatan banuapost.co.id, surat terbuka ini merupakan kali ketiga yang dilayangkan H Denny. Sebelumnya minta doa karena terjangkit virus corona. Kemudian ke Presiden Jojo Widodo untuk minta bantuan melawan politik uang menjelang PSU Pilgub Kalsel. (yb/foto: ist)