JAKARTA, banuapost.co.id– Korban akibat terinfeksi virus corona sepanjang Rabu (23/6), tercatat 15.308 orang yang diketahui dari hasil pemeriksaan 141.187 spesimen. Dengan tambahan itu, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 2.033.421 kasus. 160.524 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Tambahan kasus harian ini, menjadi rekor baru Covid-19 di Indonesia. Sebelumnya, rekor tertinggi dilaporkan pada Senin (21/6) dengan 14.536 kasus.
Sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah 7.167 pasien. Sehingga totalnya jadi 1.817.303 orang. Sementara yang meninggal dunia dilaporkan ada 303 pasien, hingga kumulasinya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 55.594 kasus.
Sedang suspek atau diduga terkait paparan Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap 124.022 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Dengan angka suspek sebanyak itu, potensi bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia akan terus terjadi.
Sebelumnya, Selasa (22/6), tercatat total 2.018.113 kasus positif virus corona. 1.810.136 pasien di antaranya sembuh, dan 55.291 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran Sebaran 15.308 kasus baru: DKI Jakarta: 4.693, Jawa Barat: 2.910, Jawa Tengah: 2.595, Jawa Timur: 873, DI Yogyakarta: 694, Riau: 330, Kepulauan Riau: 309, Sumatera Barat: 294, Banten: 275, Kalimantan Timur: 227 kasus.
Kemudian: Bali: 187, Aceh: 156, Kalimantan Barat: 155, Sumatera Utara: 146, Lampung: 142, Sulawesi Selatan: 130, Sumatera Selatan: 115, Bengkulu: 106, Jambi: 103, Kalimantan Tengah: 96, Bangka Belitung: 90, Sulawesi Tenggara: 87, Papua Barat: 87, Kalimantan Utara: 84 kasus.
Disusul: Kalimantan Selatan: 77, Nusa Tenggara Timur: 71, Sulawesi Utara: 47, Sulawesi Barat: 47, Papua: 37, Sulawesi Tengah: 33, Gorontalo: 33, Maluku: 33, Nusa Tenggara Barat: 25, Maluku Utara: 21 kasus.

Seiring terus bertambahnya korba akibat terpapar virus corona ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)