JAKARTA, banuapost.co.id– Tambah lagi 20.647 warga terinfeksi virus corona yang diketahui dari hasil pemeriksaan 143.957 spesimen sepanjang Selasa (29/6). Akibatnya, total korban Covid-19 di Indonesia tercatat jadi 2.156.465 kasus. 228.835 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Dilansir dari laman covid19.go.id, di hari yang sama ini kesembuhan bertambah 9.645 pasien. Sehinga totalnya pun jadi 1.869.606 orang. Sementara yang meninggal dunia, juga bertambah 463 pasien, hingga kumulasinya sejak pandemi awal Maret tahun lalu tercatat 58.024 kasus.
Sedang untuk suspek atau diduga terkait Covid-19 yang menjadi cikal bakal bertambahnya kasus positif, pemerintah masih memantau terhadap 132.723 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Senin (28/6), tercatat total 2.135.998 kasus positif virus corona. 1.859.961 pasien di antaranya sembuh, dan 57.561 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 20.647 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: DKI Jakarta: 7.379, Jawa Barat: 3.908, Jawa Tengah: 2.932, Jawa Timur: 1.065, DI Yogyakarta: 850, Banten: 521, Kalimantan Timur: 482, Kepulauan Riau: 480 kasus.
Kemudian: Riau: 288, Bali: 238, Kalimantan Barat: 219, Sumatera Barat: 188, Sumatera Selatan: 164, Sumatera Utara: 146, Kalimantan Tengah: 146, Papua Barat: 137, Sulawesi Selatan: 135, Aceh: 133, Lampung: 125, Nusa Tenggara Timur: 125, Jambi: 123, Bengkulu: 110 kasus.
Disusul: Bangka Belitung: 88, Nusa Tenggara Barat: 82, Sulawesi Tengah: 72, Kalimantan Utara: 73, Kalimantan Selatan: 55, Papua: 45, Sulawesi Utara: 38, Sulawesi Tenggara: 37, Maluku Utara: 36, Maluku: 26, Gorontalo: 10, Sulawesi Barat: 8 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)