JAKARTA, banuapost.co.id– Melonjaknya penyebaran virus corona pasca libur panjang, termasuk Lebaran 1441 H, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk menghindari aktivitas di tempat ibadah, seperti masjid dan musala, sementara waktu untuk menekan angka penularan.
“Mari kita tunda dan hindari kegiatan-kegiatan yang bersifat kolosal, berkumpul dan bergerombol. Segala aktivitas keagamaan bisa dilakukan di rumah demi keamanan bersama,” kata Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, dalam keterangan resminya, Jumat (18/6).
Dia juga meminta kepada seluruh warga Indonesia, terutama warga NU, untuk selalu mematuhi instruksi dan imbauan pemerintah. Termasuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan selama menghadapi pandemi Covid-19 ini.
“Kami juga meminta kepada segenap jajaran Pengurus Nahdlatul Ulama dari wilayah sampai ranting, agar aktif ikut mensosialisasikan protokol dan imbauan pemerintah melalui sarana-sarana yang dimiliki,” tandasnya.
Senada, Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, juga mengimbau agar umat yang berada di zona merah penularan corona, untuk menghindari kerumunan, termasuk di rumah ibadah.
Imbauan itu sejalan dengan edaran Menteri Agama agar seluruh kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan, sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari virus corona.
Menurut Dadang, melonjaknya Covid-19 belakangan ini karena keteledoran semua pihak. Pasalnya, protokol kesehatan yang seharusnya dipatuhi, justru mulai diabaikan.
Karena itu, Dadang meminta semua pihak bisa menahan diri untuk selalu menggunakan prokes, termasuk di mall, pasar, tempat rekreasi dan di rumah ibadah.
“Sangat memprihatinkan, karena keteledoran kita semua abai pada prokes,” katanya.
Seperti diberitakan, Indonesia mengalami lonjakan penularan virus corona. Menurut Satgas Penanganan Covid-19, lonjakan kasus usai Libur Lebaran 2021 lebih tinggi dari Lebaran tahun lalu.
Pada pekan keempat usai Lebaran 2020, kasus naik 93,11 persen. Sementara tahun ini naik hingga 112,22 persen. (yb/foto: gog)