JAKARTA, banuapost.co.id– Dua rekor kasus Covid-19 kembali pecah sepanjang Senin (5/7). Kasus baru bertambah 29.745 warga terinfeksi. Sedang rekor lainnya, angka kematian tercatat sebanyak 558. Sehingga totalnya jadi 61.140 jiwa.
Sementara akibat tambahan kasus baru yang diketahui dari hasil pemeriksaan 110.115 spesimen corona, total Covid-19 di Indonesia jadi 2.313.829 kasus. 309.999 pasien masih dalam perawatan.
Dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan bertambah sebanyak 14.416 pasien. Sehingga kumulasinya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 1.942.690 orang. Sedang suspek atau diduga Covid-19, pemerintah masih memantah terhadap 79.808 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Ahad (4/6), tercatat total 2.284.084 kasus positif virus corona. 1.928.274 pasien di antaranya sembuh, dan 60.582 lainnya meninggal dunia.
Menurut catatan banuapost.co.id, dalam dua pekan ini setidaknya ada 11 rekor penambahan kasus positf. 21 Juni: 14.536 kasus, 23 Juni: 15.308 kasus, 24 Juni: 20.574 kasus, 26 Juni 21.095, 28 Juni 21.342 kasus. 30 Juni 21.807, 1 Juli 24.836 kasus, 2 Juli 25.830 kasus, 3 Juli 27.913 kasus. 4 Juli 27.233 kasus dan 5 Juli 29.745 kasus.
Berikut sebaran 29.745 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi, DKI Jakarta: 10.903, Jawa Barat: 6.971, Jawa Tengah: 3.447, Jawa Timur: 1.543, DI Yogyakarta: 1.465, Banten: 541, Nusa Tenggara Timur: 461, Kalimantan Timur: 428, Riau: 424 kasus.
Kemudian, Kepulauan Riau: 408, Bali: 401, Papua Barat: 339, Lampung: 306, Maluku: 278, Sulawesi Selatan: 219, Bangka Belitung: 173, Sumatera Selatan: 172, Kalimantan Utara: 147, Kalimantan Tengah: 139, Sumatera Utara: 135, Jambi: 121 kasus.
Disusul, Kalimantan Barat: 101, Bengkulu: 100, Sumatera Barat: 81, Sulawesi Tengah: 77, Gorontalo: 76, Maluku Utara: 68, Nusa Tenggara Barat: 65, Papua: 44, Aceh: 34, Sulawesi Tenggara: 32, Kalimantan Selatan: 22, Sulawesi Barat: 22, Sulawesi Utara: 2 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Cocid-19 ini, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)