JAKARTA, banuapost.co.id– Tercatat tambahan 33.737 kasus baru sepanjang Rabu (21/7) yang didapat dari hasil pemeriksaan 153.330 spesimen corona. Dengann tambahan tersebut, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 2.983.830 kasus. 549.694 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan sebanyak 32.887 pasien. Sehingga secara keseluruhan menjadi 2.356.553 orang. Sementara yang meninggal dunia, dilaporkan ada 1.383 pasien. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 77.583 kasus.
Sedang untuk suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap sebanyak 271.662 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Selasa (20/7), tercatat total 2.950.058 kasus positif virus corona. 2.323.666 pasien di antaranya sembuh, dan 76.200 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 33.737 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 5.950, DKI Jakarta: 5.904, Jawa Tengah: 4.253, Jawa Timur: 3.859, Banten: 1.903, DI Yogyakarta: 1.648, Nusa Tenggara Timur: 1.249, Bali: 1.111 kasus.
Kemudian: Sumatera Utara: 951, Kalimantan Timur: 900, Sumatera Barat: 539, Kepulauan Riau: 520, Riau: 453, Sumatera Selatan: 450, Lampung: 441, Bangka Belitung: 286, Sulawesi Tengah: 280, Sulawesi Utara: 261, Kalimantan Utara: 258, Papua: 256 kasus.
Disusul: Kalimantan Tengah: 244, Papua Barat: 235, Sulawesi Selatan: 233, Kalimantan Selatan: 229, Nusa Tenggara Barat: 208, Sulawesi Tenggara: 206, Bengkulu: 197, Maluku: 195, Kalimantan Barat: 186, Maluku Utara: 173, Sulawesi Barat: 71, Gorontalo: 58, Aceh: 51, Jambi: 14 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)