JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah perlu melakukan upaya antisipasi dan mitigasi terhadap lonjakan kasus Covid-19 di luar wilayah Jawa dan Bali, meski sudah ada pengetatan PPKM Mikro.
“Jawa saja yang fasilitas kesehatannya sudah relatif merata dengan jumlah tenaga kesehatan cukup banyak, masih kerepotan. Bagaimana dengan luar Jawa jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua,” kata Ketua DPR RI, Puan Maharani, Jumat (9/7).
Karena itu, Puan mengimbau pemerintah pusat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Sebab sebagaimana laporan Satgas Penanganan Covid-19, telah terjadi peningkatan kasus di kawasan non Jawa-Bali sebanyak 24,7 persen dari total kasus nasional.
“Saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana dampak meledaknya gelombang dua Covid-19 di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Pasien Covid-19 banyak yang harus mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan di pusat-pusat kesehatan. Keluarga pasien mengalami kesulitan untuk mengakses obat dan oksigen medis. Jangan sampai kondisi ini merembet ke luar Jawa-Bali,” ucap mantan Menko PMK menginggatkan.
Tak kalah memprihatinkan, angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) di rumah sakit rujukan Covid-19 di luar Jawa dan Bali, juga cukup tinggi. Lampung mencatat BOR 81 persen, Kepulauan Riau 77, Kalimantan Timur 74, Papua Barat 73, Kalimantan Barat 70, Sumatera Selatan 69, Bengkulu 66 dan Sumatera Barat 65 persen.
Kondisi demikian, Puan minta pemda di luar Jawa-Bali bersama pemerintah pusat merumuskan langkah-langkah contingency plan menghadapi serbuan gelombang kedua Covid-19 agar kejadian di Pulau Jawa tidak terulang.
“Tempat isolasi, rumah sakit beserta nakes dan peralatannya, mesti disiapkan sejak dini. Tentu saja upaya pencegahan agar lonjakan kasus tidak terjadi secara eksponensial,” imbuh alumnus Universitas Indonesia itu.
Menurutnya, pemerintah daerah di luar Jawa-Bali yang lebih paham kondisi wilayah masing-masing serta kekuatan infrastruktur kesehatan menghadapi gelombang kedua Covid-19.
“Saya berkali-kali menekankan agar semua pihak termasuk pemda, jujur tentang kondisi wilayahnya terkait covid ini. Semaksimal mungkin tangani sendiri. Terus berkoordinasi dengan pemda lain dan pemerintah pusat, karena penyebaran covid ini lintas wilayah,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Puan meminta semua pihak fokus menangani penyebaran virus Covid-19, dengan melepaskan ego sekroral dan wilayah. Sebaliknya semua sumber daya fokuskan dulu untuk penanganan pandemi. (b2n/foto: ist)