JAKARTA, banuapost.co.id– Nambah jika dibandingkan dengan se hari sebelumnya. Kalau Senin (23/8), tercatat 9.604 warga terinfeksi virus corona. Namun kali ini, Selasa (24/8), dari hasil pemeriksaan 185.852 spesimen didapat 19.106 kasus baru.
Dengan tambahan itu pula, total Covid-19 di Indonesia sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 4.008.166 orang. 273.750 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Dilansir dari laman covid19.go.id, di hari yang sama ini pula kesembuhan tercatat sebanyak 35.082 pasien. Sehingga secara keseluruhan jadi 3.606.164 orang.
Sementara yang meninggal dunia dilaporkan sebanyak 1.308 pasien. Sehingga kumulasinya menjadi 128.252 kasus. Sedang suspek atau cikal bakal kasus baru, pemerintah masih memantau terhadap 260.434 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Senin (22/8), tercatat total 3.989.060 kasus positif virus corona. 3.571.082 pasien di antaranya sembuh dan 127.214 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 19.106 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 5.255, Jawa Timur: 1.700, Jawa Tengah: 1.242, Sumatera Utara: 1.135, Bali: 934, Kalimantan Timur: 791, DI Yogyakarta: 748, Nusa Tenggara Timur: 585, Sulawesi Tengah: 573 kasus.
Kemudian: Riau: 563, Sulawesi Selatan: 550, Kalimantan Selatan: 519, DKI Jakarta: 484, Bangka Belitung: 469, Sumatera Barat: 390, Banten: 360, Aceh: 354, Kalimantan Barat: 283, Sumatera Selatan: 273, Kalimantan Utara: 242, Lampung: 229, Kalimantan Tengah: 227 kasus.
Disusul: Nusa Tenggara Barat: 198, Sulawesi Utara: 183, Jambi: 159, Papua: 152, Kepulauan Riau: 120, Sulawesi Barat: 103, Sulawesi Tenggara: 84, Gorontalo: 62, Maluku Utara: 49, Papua Barat: 42, Bengkulu: 38, Maluku: 10 kasus.

Terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti melakukan vaksinasi, memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)