WINA. banuapost.co.id– Ketua DPR RI, Puan Maharani, didaulat menjadi salah satu panelis dalam ‘13th Summit of Women Speakers of Parliament’ di Wina, Austria, Senin (6/9).
Cucu Proklamator Bung Karno ini, diminta menjadi panelis karena perannya dalam komite persiapan yang bertugas menyiapkan substansi pertemuan para ketua parlemen perempuan dunia tersebut.
Bersama 4 ketua parlemen negara lain, Puan memimpin jalannya forum yang bertema: ‘Women at The Centre: From Confronting The Pandemic to Preserving Achievement in Gender responsive Recovery’.
Dalam forum tersebut, Puan menyatakan dukungan terhadap akses dan peran perempuan yang lebih besar dalam penanganan pandemi Covid-19. Bahkan peringkat vaksinasi Indonesia yang berada di ranking ke-7 dunia, juga tidak terlepas dari peran perempuan yang menjadi tenaga kesehatan dan vaksinator.
Sebelumnya pada sesi ‘Women on The Pandemic: A Tribute to Every Day Heroes’, para peserta menyampaikan pandangan pro dan kontra terkait tema apakah perempuan yang bekerja di garda terdepan selama pandemi Covid-19 lebih efektif dalam memberikan perawatan dan pelayanan dibandingkan laki-laki.
Dalam isu ini, Puan menyatakan kontra. Sebab kesetaraan gender dapat dicapai dengan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
“Kita tidak perlu mengkontradiksi peran salah satunya, perempuan atau laki-laki. Asumsi perempuan lebih baik dari laki-laki di garis terdepan akan dipersepsikan laki-laki kurang kompeten,” ucap Puan.
Menurut Puan, yang dibutuhkan saat ini akses yang sama antara perempuan dan laki dalam menangani pandemi Covid-19. Semua harus diberi kesempatan berdasar kemampuannya.
Meski demikian, puan mengakui perempuan telah memberi kontribusi besar dalam mengatasi pandemi. Tidak hanya di Indonesia, perempuan mewakili hampir 70 persen garda terdepan layanan kesehatan di dunia. Sebagian besar bekerja sebagai perawat.
“Tanpa keterlibatan perempuan, respons kita terhadap pandemi akan lebih lambat,” pungkasnya. (b2n/foto: ist)