WINA, banuapost.co.id– Genap berusia 49 tahun 6 September 2021, Ketua DPR RI Puan Maharani yang tengah tugas di Fifth World Conference of Speakers of Parliament (WCSP) di Wina, Austria, menerima ucapan selamat dari ketua parlemen se-dunia.
Tidak ada perayaan khusus untuk perempuan kelahiran Jakarta 6 September 1973 ini. Selain dari sesama deledasi, juga dari keluarga di Tanah Air lewat sambungan telepon dan staf DPR yang ikut bertugas.
Di hari pertama WCSP, Senin (6/9), di hadapan para ketua parlemen se-dunia, Puan berbicara soal pemerataan vaksin Covid-19. Dia mengingatkan negara yang memiliki stok vaksin berlebih, untuk berbagi kepada negara yang kekurangan.
Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut, setiap negara harus memastikan agar setiap orang di dunia mendapatkan akses vaksin. Selain itu, setiap orang di dunia mendapat akses pemeriksaan (testing) dan perawatan (treatment).
“Kita semua perlu terus meningkatkan sumber daya Covid-19 Vaccines Global Access atau COVAX facility untuk melakukan koordinasi dan distribusi vaksin,” tuturnya.
Fifth WCSP yang digelar hingga 8 September 2021 mendatang, merupakan forum yang digelar Inter-Parliamentary Union (IPU), organisasi internasional beranggotakan parlemen-parlemen dari negara-negara berdaulat, bekerja sama dengan Austria National Council.
Pertemuan ketua-ketua parlemen se-dunia itu, mengangkat isu besar terkait multilateralisme untuk perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Isu tersebut diangkat, mengingat pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar bagi upaya dunia untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Ditegaskan cucu Proklamator Bung Karno ini, dunia membutuhkan langkah bersama untuk mengatasi krisis dampak pandemi Covid-19. Karena itu, setiap negara harus berpartisipasi untuk meningkatkan kerja sama internasional, termasuk kerja sama antar-parlemen untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
“Namun hal ini juga harus dibarengi dengan upaya meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat produksi vaksin, dan meningkatkan transfer teknologi ke negara berkembang untuk dapat memproduksi vaksin sendiri,” ucap mantan Menko PMK tersebut.
Puan menilai, dunia perlu memiliki mekanisme untuk mengumpulkan (pooling) berbagai sumber dasar kesehatan. Sumber dasar kesehatan itu mulai dari obat-obatan, peralatan kesehatan, hingga vaksin yang dapat didistribusikan secara cepat jika terjadi krisis kesehatan di berbagai negara.
“Pandemi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan kesehatan dan kesiapan untuk menghadapi pandemi serupa yang mungkin terjadi di masa depan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, menggarisbawahi pentingnya forum WCSP ini dihadiri langsung Ketua DPR RI.
“Pertemuan ini diadakan setiap 5 tahun sekali dan jika hanya diwakilkan oleh IPU, tidak menjamin akan mendapat hak bicara,” kata Indra. (b2n/foto: ist)