JAKARTA, banuapost.co.id– Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia per Senin (11/10) tercatat 4.228.552, setelah ada tambahan kasus baru 620 orang. Meski total sebanyak itu, yang dirawat hanya 22.541 pasien.
Di hari yang sama ini, kesembuhan ada 2.444 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi menjadi 4.063.295 orang.
Sementara yang meninggal dunia, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini dilaporkan ada 65 pasien. Sehingga kumulasinya menjadi 142.716 kasus.
Sebelumnya, Ahad (10/10), tercatat total 4.227.932 kasus positif virus corona. 4.060.851 pasien sudah dinyatakan sembuh, dan 142.651 kasus lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 620 kasus baru yang dilaporkan 32 provinsi (Maluku Utara dan Papua barat nihil), Jawa tengah: 97, Jawa Barat: 69, Jawa Timur: 47, DKI Jakarta: 41, Bali: 37, Kalimantahn Timur: 28 kasus.
Kemudian, Sumatera Utara: 24, Kalimantan Utara: 24, Sulawesi Selatan: 24, DI Yogyakarta: 18, Banten: 17, Papua: 16, Bangka Belitung: 15, Nusa Tenggara Barat: 15, Lampung: 14, Kalimantan Barat: 14 kasus.
Disusul, Sulawesi Utara: 12, Sulawesi Tengah: 12, Sulawesi Barat: 12, Nusa Tenggara Timur: 10, Aceh: 9, Kalimantan Selatan: 8, Kepulauan Riau: 7, Kalimantan Tengah: 7, Sumatera Selatan: 4, Jambi: 3, Sulawesi Tenggara: 2, Sumatera Barat: 1 kasus, Bengkulu: 1, Gorontalo: 1, Maluku: 1 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi saat vaksin siap!
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)