JAKARTA, banuapost.co.id– Bertambah 915 kasus baru di Indonesia yang diketahui dari hasil pemeriksaan 267.338 spesimen corona sepanjang Jumat (15/10). Akibat tambahan itu, totalnya tercatat 4.233.014. 19.318 pasien di antaranya masih dirawat.
Di hari yang sama ini pula, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, kesembuhan tercatat sebanyak 1.408 [asien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu, menjadi 4.070.807 orang.
Sementara yanag meninggal dunia, dilaporkan ada 41 orang. Sehingga kumulasinya jadi 142.889 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 487.364 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Kamis (14/10), tercatat total 4.232.099 kasus positif virus corona. Sebanyak 4.069.399 pasien sembuh dan 142.848 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 915 kasu baru yang dilaporkan 33 provinsi (Maluku nihil), DKI Jakarta: 124, Jawa Tengah: 86, Jawa Barat: 85, Jawa Timur: 81, Bali: 42, Kalimantan Barat: 42, Sumatera Utara: 40, Bangka Belitung 33 kasus.
Kemudian, Yogyakarta: 32, Sulawesi Selatan: 32, Riau: 31, Papua: 31, Kalimantan Timur: 30, Banten: 26, Aceh: 24, Kalimantan Utara: 24, Lampung: 19, Sulawesi Tengah: 18, Sumatera Selatan: 15 kasus.
Disusul, Sulawesi Utara: 13, Nusa Tenggara Timur: 11, Sumatera Barat: 10, Bengkulu: 10, Nusa Tenggara Barat: 10, Kalimantan Tengah: 10, Kalimantan Selatan: 10, Jambi: 8, Papua Barat 7, Kepulauan Riau: 6, Sulawesi Barat: 2, Sulawesi Tenggara: 1, Gorontalo: 1, Maluku Utara 1 kasus.
Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala.

Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi.
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)