BANJARMASIN, banuapost.co.id– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalsel bekali 55 kader pengawasan partisipatif dengan materi citizen journalisme atau jurnalisme warga.
Materi disampaikan Aris Mardiono selaku Komisioner Bawaslu Kalsel dalam serangkaian kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) menengah yang dilaksanakan Bawaslu Kalsel sejak 12-16 Oktober 2021 di Swiss-belhotel Banjarmasin.
Menurut Aries, jurnalisme warga merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita.
“Kader SKPP harus terlibat aktif dalam aktivitas jurnalism warga, Terutama dengan menggunakan platform media sosial yang hari ini sangat akrab dengan keseharian kita,” ujarnya
Aries menggambarkan, aktivitas jurnalisme warga berbasis medos, relatif lebih mudah untuk disampaikan, cepat dan sangat mudah.
“Medsos itu relatif mudah untuk membentuk opini dan dukungan publik,” imbuh Aries yang memiliki latar belakang sebagai wartawan tersebut.
Sementara, Rahmawati salah satu peserta SKPP dari Kabupaten Tanah Laut, mengaku senang mendapatkan pengetahuan baru tentang jurnalisme warga.
“Saya baru menyadari, tidak harus wartawan untuk menjadi agen informasi, apalagi hari ini sebagian besar orang adalah pengguna internet, terutama milenial” kata Rahmawati
Sebagai peserta, Rahmawati merasa materi jurnalisme warga ini tidak boleh selesai hanya dalam ruang kelas. Harus menjadi modal dan bekal sepulang dari kegiatan untuk aktif dalam pengawasan partisipatif.
“Kegiatan SKPP ini tidak begitu penting. Tapi tindak lanjut dari kegiatan SKPP ini yang jauh lebih penting” tegasnya. (ril/foto: ist)