BANJARMASIN, banuapost.co.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IX Kalimantan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalimantan Selatan, kembali gelar vaksinasi di Neptunus Ballroom, Hotel Golden Tulip, Ahad (7/11).
Kegiatan vaksinasi ini sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dalam rangka HUT ke-44 Pasar Modal.
Mengusung tema: “Sinergi Pasar Modal bagi Pemulihan Ekonomi”, kegiatan juga menggandeng BEI, SRO lainnya, seperti PT. KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).
Menurut Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalsel, Yuniar, CSR BEI Kalsel seluruhnya dikondisikan untuk penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membantu mempercepat vaksinasi di masyarakat umum.
“Ini bentuk dukungan Bursa Efek kepada pemerintah daerah. Selain itu kegiatan vaksinasi kali ini juga dibungkus dengan edukasi tentang pasar modal. Materinya berasal dari OJK, BEI dan SRO terkait,” jelasnya di sela kegiatan.
Kegiatan vaksinasi Jasa Keuangan ini didukung penuh pemerintah daerah, terutama Pemko Banjarmasin dengan menyediakan tenaga kesehatan dan vaksinator, penyimpanan vaksin serta supervisinya.
Giat ini juga dinilai selaras dengan upaya yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin untuk mencapai 70 persen vaksinasi dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 yang jatuh pada 12 November mendatang.
Sementara, Direktur Pengawasan LJK (Lembaga Jasa Keuangan) OJK Reg IX Kalimantan, Ahimsa mengatakan, secara nasional hingga September lalu, OJK bersama stakeholter terkait telah melakukan serbuan vaksinasi lebih dari 4 juta dosis.
“Sedang untuk Regional Kalimantan, sebanyak 217.057 dosis telah didistribusikan. Kalsel sudah hampir mencapai 30 ribu, penyelenggaraan kegiatan sentra vaksin mandiri sebanyak 33 kegiatan,” jelasnya.
Khusus Kota Banjarmasin, sambung Ahimsa, OJK bersama-sama stakeholder telah mendistribusikan dan melaksanakan kegiatan sentra vaksin mandiri sebanyak 10 kegiatan dengan total 8.999 dosis.
Ahimsa berharap, dengan gencarnya vaksinasi dapat mendorong terbentuknya herd immunity (kekebelan kelompok). Sehingga mobilitas masyarakat dapat berjalan normal kembali dan juga dapat menggerakan perekonomian daerah. (oie/foto: ist)