BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sedikitnya 60 anak, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan trauma healing dari Polda Kalsel. Kegiatan berlangsung di Aula Mathilda Batlayeri Mapolda setempat, Selasa (2/11).
Bakti sosial kolaborasi Polda Kalsel, Dinas Sosial, Himpunan Psikologi Indonesia (HPI), PT Jhonlin Group dan PT Hasnur Group, masing-masing untuk 35 anak yatim piatu yang orangtuanya jadi korban Covid-19, 15 akibat terdampak Banjir dan 10 anak penyandang disabilitas.
Acara ini dilaksanakan secara serentak, dimulai dengan pelaksanaan zoom meeting bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Mensos Tri Rismaharini, dan Kak Seto dari Komnas Perlindungan Anak.
Selesai zoom meeting, acara dilanjutkan ke Polda Kalsel dalam rangka menyerahkan bantuan sarana kontak berupa perlengkapan sekolah, perlengkapan protokol kesehatan dan tali asih kepada anak-anak terdampak Covid-19 serta disabilitas.
Kapolda Kalsel melalui Wakapolda Brigjend Pol Mohamad Agung Budijono mengatakan, psikologi kepada anak-anak diberikan karena di usia dini ini mereka rentan dengan dampak psikologi.
Selain belum memahami situasi dan kondisi, apalagi hingga kehilangan orangtua, anak-anak dimasa kecilnya memerlukan kasih sayang dan perhatian dari figur orang yang menemaninya, yakni orang tua.
Melalui kegiatan pelayanan dukungan psikologi, diharapkan dapat menyelamatkan anak-anak dari dampak psikososial, seperti stres yang bisa mempengaruhi perilaku, mental dan aktivitas.
“Trauma healing dilaksanakan dengan tujuan agar para korban terdampak Covid-19 dapat segera bangkit kembali dan dapat menghilangkan trauma yang dialaminya,” jelas wakapolda .
Dalam kesempatan itu, Pati Polri bintang satu ini juga memberi spirit pada anak-anak terdampak Covid-19, agar tak patah semangat.
“Adik-adik harus semangat. Di Polda Kalimantan Selatan ada bagian psikologi yang siap mendampingi adik-adik sekalian,” tuturnya. (ril/foto: bidhumas)