BANJARMASIN, banuapost.co.id– Generasi muda saat ini menggunakan gawai rata-rata delapan jam dalam satu hari.
Hal tersebut diketahui dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara daring yang diselenggarakan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) bekerja sama dengan US Consulate General Surabaya dengan melibatkan siswa-siswa di 10 Kabupaten di lima Provinsi di Indonesia, Ahad (7/11) lalu.
Menurut Fasilitator kegiatan FGD Japelidi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Sri Astuty, fakta lain yang terungkap dalam kegiatan tersebut, tentang keamanan digital.
“Beberapa siswa peserta FGD menyatakan pernah mengalami kasus akun dihack dan disalahgunakan pihak lain untuk melakukan tindak kejahatan digital, di antaranya bullying,” ujarnya melalui press rilis yang disampaikan, Kamis (11/11).
Atas temuan tersebut, dipandang perlu adanya pengetahuan serta keterampilan tentang bagaimana menjaga keamanan privasi, mengghindari bullying dan melakukan cek fakta.
Sementara fasilitator FGD dari Universitas Kristen Satya Wacana, Rini Darmastuti menambahkan, penggunaan gawai oleh generasi muda lebih banyak untuk mengakses media sosial.
“Kebutuhannya lebih banyak untuk hiburan. Bukan untuk kebutuhan sekolah,” katanya.
Kondisi tersebut, menurut Rini, membuat beberapa orang tua melakukan pembatasan waktu penggunaan gawai.
“Hal tersebut merupakan wujud keikutsertaan orang tua dalam kegiatan literasi digital,” ujarnya.
Sedang Ketua OSIS SMAN 1 Bati Bati di Kabupaten Tanah Laut, Afan Wahyuda, yang mengikuti kegiatan mengatakan, sebagai generasi muda harus lebih bijak dalam mempertahankan budaya Indonesia.
“Jangan mudah terpengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, mampu menyaring budaya baru yang muncul dan tidak memposting hal-hal berbau SARA,” katanya.
Kegiatan FGD yang dilaksanakan Japelidi merupakan bagian dari program Empowering Eastern Indonesia Youth in Digital World yang telah diluncurkan pada awal Oktober 2021 yang lalu secara daring.
Program tersebut akan berlangsung hingga Mei 2022 mendatang, dengan serangkaian program yang telah dipersiapkan untuk para siswa di 10 kabupaten.
Setelah FGD, akan disusun modul yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan literacy competition untuk siswa-siswa di 10 kabupaten tersebut. (rus/ilust: ist)