SAMPIT, banuapost.co.id– Rob (pasang air laut), merendam pemukiman di wilayah selatan Kotawaringin Timur (Kotim), tepatnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) dan Mentaya Hilir Utara (MHU), Ahad (5/12) malam.
Pasang sejak pukul 15:00 WIB hingga puncak ketinggian pukul 20:30 WIB, tak urung mengusik warga bantaran Sungai Mentaya, Sampit, Kotim tersebut.
Air bergerak cepat seiring cuaca laut dengan gelombang dan hembusan angin kecang. Sehingga dorongan air laut pasang bertambah deras masuk ke daratan.
Dari informasi yang dihimpun, puluhan rumah di bantaran Sungai Mentaya terendam, khususnya di dua kecamatan selatan tersebut.
Bahkan jalan kabupaten tak luput dari rendaman, khususnya pertigaan Jl H Umar Hasyim maupun Jl Partoe Muksin, Kecamatan MHS. Badan jalan Kota Samuda, juga turut terendam.
Akbar Raya, warga Kelurahan Basirih Hilir RT lV, Kecamatan MHS, mengaku sibuk menjaga rumah yang kemasukan rob. Karena terjangan airnya sangat deras.
“Air mulai mengenangi lantai rumah sekitar pukul 19:00 WIB, dan terus meninggi hingga pukul 20:30 WIB. Kisarannya sekitar dua jam sebelum berangsur surut pukul 21:00 WIB,” ujar Akbar, sapaan akrabnya.
Nyaris senada, Yusmandi, warga Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), terpaksa mengurungkan niatnya untuk menonton pembukaan MTQ tingkat kecamatan di desanya karena rumah panggungnya turut terendam.
“Kada kawa menonton pembukaan MTQ amun rumah umpat tarandam,” katanya dalam Bahasa, sembari memposting foto rumahnya yang terendam ke akun facebooknya.
Sementara menurut Anang Salam, warga Kampung Nelayan, Desa Sei Ijum Raya (Sijura), pasang laut karena perubahan cuaca dan faktor alam, sampai beberapa hari.
“Bahkan kemungkinan, ketinggian air akan naik lagi. Prakiraannya hingga Selasa (7/12),” ujar Anang yang juga Ketua Kelompok Nelayan Jaya l Sijura. (um/foto: ist)