PULANG PISAU, banuapost.co.id– Memasuki musim tanam 2022 ini, para petani food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, masih belajar bisa melakukan tanam 3 kali dalam setahun. Apalagi 4 kali sebagaimana keinginan pemerintah pusat.
Pasalnya karena adanya beberapa kendala. Seperti cuaca, angin kencang dan juga serangan hama ketika memasuki Oktober dan November. Sehingga para petani sering mengalami kegagalan memasuki tanam ke-3.
Padahal program food estate yang digadang-gadang pemerintah pusat untuk meningkatkan ketahanan pangan, minta petani memaksimalkan produksi dengan target panen 3 sampai 4 kali dalam setahun.
“Untuk programnya bagus, panen 1 tahun 3 kali. Cuma dari pengalaman selama ini, alam di Belanti belum bisa dipakai 3 kali sampai 4 kali panen. Karena selama ini untuk bulan 5 sampai 6 jangan, sampai ada padi di sawah,” ujar Nari (55), anggota Kelompok Tani Sido Mulyo.
Begitupun dengan bulan 9 dan 10, lanjut Nari, juga jangan ada padi di sawah. Karena bulan 11 itu sudah musim-musimnya hama tikus berkembang biak. Jika di bawah tikus, di atas burung yang memangsa padinya.
Oleh sebab itu, menurut Nari, untuk tahun ini petani masih mampu 2 kali panen karena hasilnya maksimal.
“Kalau 3 kali panen belum bisa. Alamnya tidak mendukung, apalagi sampai 4 kali dalam setahun,” tandasnya.
Nari tak menampik ada wacana panen tiga atau 4 kali dalam setahun sejak 2020. Ternyata dalam pelaksanaan, tidak berhasil. Bukan karena gagal, tapi tidak memenuhi target.
“Kegagalanya ditanam ke 3. Selain karena banyak hama, SDM dan petaninya juga kurang,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pulang Pisau, Slamet Untung Riyanto.
Selain kendala hama dan SDM, imbuh Slamet Untung, cuaca dan wilayahnya pun juga berbeda. Terutama pengairanya yang hanya mengandalkan pasang air sungai.
Meski demikian, menurut Slamet Untung, kegagalan sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. Dari laporan itu pula, para petani diminta untuk mengoptimalkan pola tanam yang ada. Terutama untuk Indeks Pertanaman (IP) 200 dalam satu tahun 2 kali tanam. (rie/foto: arief)