PULANG PISAU, banuapost.co,id– Memasuki awal panen 2022 ini, dari sebagian pembudidaya madu di Kabupaten Pulang Pisau, masih mengalami kendala akan sulitnya pemasaran hasil produksi.
Kondisi ini dialami Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Taruna Mandiri, budidaya lebah madu kelulut di Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Pulang Pisau.
KUPS Taruna Mandiri saat ini memiliki 31 kotak lebah madu. Namun yang bisa dilakukan pemanenan hanya beberapa saja. Meski panen di awal tahun ini mengalami peningkatan, namun dirasa masih belum cukup untuk bisa mendapatkan target.
“Untuk yang bisa dipanen 12 kotak dan menghasilkan madu 2 liter lebih. Iya memang ada peningkatan dari sebelumnya. Kalau panen sebelumnya hanya 8 stup atau kotak, menghasilkan madu kurang lebih satu liter 200ml,” ucap Juni Ranan Baut, Pengurus KUPS Madu Taruna Mandiri, Senin (31/1).
Meski panen bisa dilakukan, lanjut Juni, para pembudidaya masih mengalami beberapa kendala, seperti pemasaranya, Namun untuk menyiasatinya, mereka mencoba untuk melakukan dengan menjual secara online.
Meski dengan secara online, itupun terbilang masih kurang efektif akibat persaingan pasar cukup ketat dari setiap wilayah. Karenaitu harapanya, ada pembeli yang bisa menampung hasil panen.
“Harapan saya sih dinas-dinas terkait yang menampung madu hasil panen kelompok di Kalteng dan menjadikanya produk yang bagus hingga bisa dijual di pasar nasional, bahkan internasional,” ucapnya. (rie/foto: arief)