PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya 100 peserta, baik dari TNI, Polri, instansi prmerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, mengikuti pelatihan Potensi SAR 2022 yang digelar Basarnas Banjarmasin di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Tanah Laut.
Asah keahlian teknik pertolongan di permukaan air dan di ketinggian ini, berlangsung selama tujuh hari, 16 hingga 22 Maret mendatang. Kegiatan dibuka Bupati Tanah Laut, H Sukamta, di dampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Al Amrad.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi potensi SAR demi terwujudnya pelayanan jasa SAR dengan kualitas respons time yang optimal.
Selain itu, menjalin sinergi dan solidaritas antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin dengan potensi SAR Wilayah Kalsel.
“Saya sangat menyambut baik dan mendukung terselenggaranya pelatihan ini. Seperti yang kita ketahui bersama, selain potensi musibah kecelakaan air dan musibah di ketinggian atau pegunungan, Kabupaten Tanah Laut juga merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam setiap tahunnya, seperti karhutla, banjir, tanah longsor dan puting beliung,” ujar Bupati H Sukamta.
Sementara menurut Al Amrad, dalam pelatihan ini peserta diharapkan mampu mangaplikasikan materi teori dan keterampilan yang didapat untuk keperluan teknis operasional di lapangan pada saat dibutuhkan.
“Sehingga pelayanan SAR yang kita berikan kepada masyarakat, bisa dilaksanakan secara tepat dan optimal.” Jelasnya.
Pelatihan Potensi SAR 2022 ini, digelar di tiga tempat. Balai Diklat Hutan Kota Pelaihari untuk istirahat, sekaligus pemberian pembelajaran teori materi SAR. Waduk Benua Tiga, Kecamatan Pelaihari, untuk praktek teknik pertolongan di permukaan air. Bukit Sanghiyang Takisung, untuk praktek teknik pertolongan di ketinggian. (ril/foto: basarnas)