MARTAPURA, banuapost.co.id– Basarnas Banjarmasin turunkan peralatan canggih untuk pencarian korban kecelakaan di air. Aqua Eye dan Under Water Search Device, diuji di Desa Antasan Senor, Kabupaten Banjar, terhadap seorang pria yang menceburkan diri ke Sungai Martapura, Selasa (15/3) dini hari.
“Kedua alat tersebut merupakan peralatan yang dikirim dari Kantor Pusat Basarnas di Jakarta untuk mendukung operasi SAR di daerah,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Al Amrad.
“Jadi alat ini bisa dioperasionalkan dengan short range (jarak pendek), medium range (jarak menengah) serta long range (jarak jauh). Maksimal jaraknya 50 meter di kedalaman air. Jadi kita bisa dapat melakukan scanning untuk segera mengetahui keberadaan korban atau ada tidaknya korbannya,” lanjutnya.
Pencarian dengan mengunakan kedua alat baru terhadap korban yang identitasnya masih belum diketahui, lanjut Amrad, berawal informasi dari M Reven, anggota BPBD Kabupaten Banjar.
Berdasarkan infomasi yang didapatkan dari saksi melalui Kapolsek Martapura Timur, Ipda Aulya Safi’i, korban terlihat melompat dari atas jembatan dalam kondisi mabuk.
“Korban melompat dari atas jembatan. Sebelumnya terlihat duduk di atas motor, DA 2658 QC, dalam keadaan mabuk. Kemudian tiba-tiba berdiri ke tepi jembatan dan melompat,” jelas M Seman, salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian.
Dari hasil penulusuran lewat aplikasi Bakeuda Kalsel, nomor polisi kendaraan DA 2658 QC tersebut, teregistrasi atas nama Kaful Anwar. Namun nama tidak dapat di pastikan sebagai identitas korban, karena data yang didapat hanya menginformasikan kepemilikan kendaraan yang berada di lokasi kejadian.
Merespon informasi itu, Al Amrad langsung menerjunkan satu tim rescue berjumlah 6 orang dengan menggunakan sarana 1 unit truck personil, rubber boat, GPS, alat komunikasi, APD Covid-19, serta 1 set peralatan terbaru. (ril/foto: basarnas)