PELAIHARI, banuapost.co.id– Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) dan Masyarakat Sadar Lingkungan (My Darling) Kalsel, menyalurkan bantuan semen untuk pembangunan masjid di Desa Sungai Jelai, Tanah Laut.
Bantuan berupa 50 sak semen yang berasal dari M Noor alias Nurdin, pengusaha asal Kintap, diterima Ahmad Syahirin, ketua panitia pembangunan Masjid yang bernama Nurul Hikmah itu.
Menurut Ahmad Syahirin, pembangunan masjid yang berada di RT 06 RW 02 Jl Telaga Biru, Desa Sungai Jelai, untuk mengantikan masjid terdahulu yang sudah tidak mampu menampung jemaah.
“Masjid yang kami gunakan saat ini, berupa mushola milik seorang warga. Saat ini sudah tidak mampu lagi menampung warga yang ingin Salat Jumat,” jelas Syahirin.
Pembangunan masjid, lanjut Syahirin, berkat bantuan dari pemilik bangunan mushola yang menghibahkan tanah untuk membangun masjid baru.
Rencananya Masjid Nurul Hikmah yang baru akan dibangun di atas tanah seluas 16 x 16 meter. Bangunan utama 10 x 10 meter dan diperkirakan mampu menampung sampai 150 jemaah. Banguan masjid baru ini akan menghabiskan dana Rp 881 juta lebih dalam waktu 2 tahun.
“Masjid ini selain bantuan hibah lahan dari warga, pembangunannyapun mengandalkan sumbang warga, tokoh masyarakat dan para pengusaha,” terang Syahirin yang juga Kepala Dusun 2 Desa Sungai Jelai.
Sementara, Ketua MPAI My Darling Kalsel, Khaidir, membenarkan hanya menyalurkan bantuan dari Muhammad Noor atau Nurdin. Bantuan yang disalurkan berupa semen 50 sak.
“Saya ditugaskan menyalurkan bantuan untuk pembangunan masjid di Desa Sungai Jelai ini,” kata Khaidir. (zkl/foto: ist)