KURAU, banuapost.co.id– Penyakit tungro, salah satu organisme penganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman padi, menyerang sekitar 15 hektare persawahan di Desa Padang Luas, Kecamatan Kurau, Tanah Laut (Tala).
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala bergerak cepat mendampingi Kelompok Tani (Poktan) desa tersebut guna melakukan penanganan, Kamis (19/5).
Sebelumnya, upaya pendampingan Distanhorbun Tala dalam mendukung penanganan kegiatan ini telah dilakukan pada Selasa (18/5) lalu dengan menyerahkan bantuan berupa insektida greeta melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kurau. Selain itu, insektisida jenis lugen juga telah diserahkan Koordinator Petugas Pengendali OPT (POPT) Tala, Joko Warsito.
Menurut Joko Warsito, tentang teknis penyemprotan yang menggunakan insektisida supaya tepat dosis dan tepat sasaran.
“Pengendalian langsung dilakukan melalui penyemprotan insektisida yang dikoordinasi petugas POPT dan melibatkan kalangan petani setempat,” katanya.
Sementara Pengurus Poktan Mufakat, Danto, mengaku sangat terbantu. Karena insektisida tersebut sangat bermanfaat untuk mengatasi serangan tungro.
Tungro termasuk penyakit yang menjadi permasalahan dalam usaha peningkatan produksi padi. Penyakit ini disebabkan dua jenis virus (Rice Tungro Spherical Virus/RTSV dan Rice Tungro Bacilliform Virus/RTBV) yang ditularkan wereng hijau (Nephotettix virescens), hingga dapat menyebabkan kehilangan hasil padi.
Gejala utamanya, terlihat pada perubahan warna daun. Terutama pada daun muda berwarna kuning oranye dimulai dari ujung daun. Daun muda agak menggulung, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil dan pertumbuhan terhambat.
Gejala ini biasanya tersebar mengelompok pada areal tanaman padi, sehingga hamparan tanaman padi terlihat bergelombang karena adanya perbedaan tinggi antara tanaman sehat dan tanaman sakit. (ril/foto: diskominfo)