PELAIHARI, banuapost.co.id– Kodim 1009/Tanah Laut beri wawasan kebangsaan dan bela negara untuk petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Pelaihari, Selasa (28/6). Materi disampaikan Kapten Kav Wahyu Okto Subekti.
Menurut Plt Kepala Rutan Pelaihari, Rahmad Pijati, yang membuka kegiatan sosialisasi wasbang dan bela negara tersebut, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pembinaan ketahanan mental, baik untuk petugas maupun warga binaan, agar sekain tumbuh rasa nasionalisme.
“Wawasan kebangsaan adalah cara kita memandang ke depan dan rasa cinta terhadap bangsa. Hal ini penting untuk diketahui dan dilaksanakan semua orang tanpa terkecuali,” ujarnya.
Sementara, Kapten Kav Wahyu Okto Subekti dalam sosialisasinya menerangkan, sejak dulu penjajah menggunakan politik adu domba untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
“Mereka menjajah kita dengan kekerasan dan perang militer. Namun sekarang bangsa asing tidak lagi menggunakan cara tersebut,” ujarnya.
Salah satu yang digunakan di era sekarang ini, sambung Wahyu, dengan narkoba. Mereka selundupkan narkoba ke Indonesia untuk merusak mentalitas bangsa. Mereka ingin bangsa ini bodoh agar bisa mereka kendalikan.
Karena kondisi itu, tegas Wahyu, wawasan kebangsaan dan bela negara harus dimiliki setiap orang, diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Contoh sederhananya, wawasan kebangsaan dan bela negara dari warga binaan adalah dengan mengikuti program pembinaan, menaati aturan, tidak memakai narkoba serta tidak menggunakan handphone secara ilegal selama di dalam rutan,” ucap Kapten Wahyu.
Selanjutnya, cara lain mewujudkan wawasan kebangsaan dan bela negara, imbuh Wahyu, dengan berbuat menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Setelah bebas nanti, jangan mengulang perbuatan melanggar hukum lagi. Jauhi narkoba dan carilah pekerjaan yang halal. Gunakan keterampilan yang kalian dapat selama di dalam rutan untuk menjalani kehidupan bermasyarakat,” pungkas mengingatkan. (ril/foto: hum)