BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pemko Banjarmasin siapkan anggaran Rp 51 miliar tanggulangi masalah kemiskinan yang ada di sembilan kelurahan.
Anggaran sebanyak itu terungkap dalam rapat evaluasi bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), belum lama tadi.
Rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, bertujuan sebagai langkah integrasi program, sekaligus evaluasi lintas SKPD terkait.
Menurut Arifin, peningkatan angka kemiskinan di Banjarmasin disebabkan perubahan kebijakan Kementerian Sosial. Sehingga terjadi penambahan data. Bahkan di 2021 lalu, tercatat 70 ribu.
Karena itu, Pemko Banjarmasin menyiapkan anggaran Rp 51 miliar kepada 7 SKPD. Di antaranya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan lainnya.
“Sementara untuk fokusnya sendiri dari data yang ada, akan ada sembilan kelurahan, yaitu Basirih, Pelambuan, Murung Raya, Mantuil, Tanjung Pagar, Gadang, Pekapuran Raya, Alalak Selatan serta Sungai Jingah,” jelas Arifin.
Arifin mengharapkan dukungan para dermawan dan lembaga social. Tetapi harus dibarengi dengan data yang sinkron agar penyaluran dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kota Banjarmasin bisa tepat sasaran.
“Misal tadi ada Baznas, dari mereka penanggulangan penyaluran infaq orang-orang berada kepada kaum dhuafa dan fakir miskin, lalu mungkin nanti secara lokus akan kita berikan pelatihan-pelatihan agar mereka memiliki keahlian dan talenta untuk mendukung perekonomian,” katanya. (oie/foto: ist)