KUMAI, banuapost.co.id– Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin gagalkan pengiriman satwa dilindungi dari Pelabuhan Bade, Kabupaten Mappi, Papua, dengan tujuan Probolinggo yang dimuat kapal MV Vision Global di perairan muara Pangkalan Bun.
Keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan ini disampaikan Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, keada awak media di Posal (Pos TNI AL) Kumai, Kotawaringin Barat, Kalteng, Sabtu (22/10).
“Keberhasilan menggagalkan penyeludupan satwa yang dilindungi ini bekat kerja sama Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Lanal Banjarmasin dan Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L. 22,” jelas danlanal.
Kronologis penangkapan, lanjut danlanal, berdasarkan informasi Tim intelijen. Informasi kemudian dilakukan pendalaman, hingga didapat keterangan kapal tersebut berada di perairan muara Pangkalan Bun saat lego jangkar dan akan bongkar muat.
Kemudian Tim bergerak dari Posal Kumai, tepatnya di perairan Kumai pada koordinat 02°58’015″ LS -111°23’024″BT, Tim berhasil menangkap dan mengamankan beberapa satwa yang dilindungi.
Barang bukti yang disita, antara lain kakak tua hitam raja 7 ekor, kakak tua putih jambul kuning 23 ekor, dara hutan 1 ekor, cucak emas 1 ekor, nuri kepala hitam 36 ekor, kakak tua/begok 3 ekor (2 hijau + 1 merah), jagal Papua 1 ekor, pleci 1 ekor, branjangan 1 ekor dan kasuari 2 ekor.
“Selain itu juga ditemukan satwa lainnya, yaitu Kura-kura 12 ekor, ular hijau 1 ekor serta ditemukan tanduk rusa satu karung,” jelas danlanal.
Sedang para pelaku, sambug danlanal, berjumlah 6 orang yang merupakan ABK kapal MV Vision Global. Mereka, Bud, Haf, Mir, Ir, AM dan Bi
Para pelaku diduga melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo pasal 40 ayat 2 UU No: 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
“Ancaman pasal ini, hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda sebesar Rp.100.000.000. Semua barang bukti dan tersangka diserahkan dan dilimpahan ke BKSDA Provinsi Kalteng guna proses hukum lebih lanjut,” ujar danlanal.
Berkat keberhasilan ini juga, danlanal mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada unsur-unsur yang membantu guna mengamankan wilayah perairan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
Karena tidak menutup kemungkinan masih adanya giat ilegal lainnya yang belum terungkap. Untuk itu kedepan kegiatan patroli rutin akan semakin kita tingkatkan di wilayah kerja Lanal Banjarmasin.
”Tujuannya untuk menekan dan meminimalisir aktivitas kegiatan illegal. yang dilakukan kapal-kapal yang melintas maupun berlabuh serta cegah dini dan deteksi dini terhadap tingkat kerawanan lainnya,” tegas danlanal.
Hal ini pun, imbuh Danblanal, merupakan tindak lanjut perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu untuk menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat bangsa dan Negara.
Sementaradi tempat yang sama, Pj Bupati Kotawaringin Barat, Anang Dirjo menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dengan TNI AL, dalam hal ini Lanal Banjarmasin.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Sinergitas ini tidak berhenti sampai disini saja, ke depan tetap kita lanjutkan dan tingkatkan sinergi agar tidak terjadi lagi kegiatan yang sama,” katanya.
Turut hadir dalam konfrensi pers ini, Danlanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Nav Rudy Kurniawan, Kapolres Kotawaringin Barat diwakili Kanit Binmas Polsek Kumai, Ipda Sugeng, Dandim 1014/Pangkalan Bun diwakili Pelda Inf Tomi Jaya, Ka Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalteng, Dendi Sutiadi, KSOP Kumai diwakili Danang, serta Dirjen Gakkum KLHK Wilayah Kalteng dan Kalsel, Hendro. (ril/foto: penlanal).