PELAIHARI, banuapost.co.id– Setidaknya perlu tujuh orang untuk mengagkat Nur Sifa Sukmawati, gadis pendrita obesitas asal Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut. Sifa yag berdodot 190 kg itu, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Sarang Halang, Pelaihari, Sabtu (05/11).
Untuk membawa gadis berumur 26 tahun ini, diperlukan waktu hampir 30 menit. Karena jalan dari rumah menuju mobil sempit dan berupa titian kayu ulin.
Tujuh pria yang membantu mengangkat tubuh Sifa cukup kerepotan. Pasalnya, tubuh Sifa yang terbaring di atas selimut nyaris sama lebar dengan gang yang dilewati.
Setelah berhasil melewati gang sempit, warga yang membantu menggotong Sifa kesulitan memasukannya ke dalam mobil dengan kursi bagian belakang dilipat dan Sifa ditempatkan di bagian belakang dengan posisi berduduk.
Menurut Ny Samsiah, anaknya itu diminta pemerintah melalui Dinas Kesehatan agar dibawa ke RSUD Hadji Boejasin untuk menjalani observasi.
Sifa, warga Jl Swadaya RT 02 /RW 01, Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumi Makmur, diketahui menderita kelebihan berat badan atau obesitas ketika aparat desa melakukan pendataan warga.
Putri sulung itu mulai mengalami perkembangan badannya pada 2014, setelah ia menjadi sasaran ejekan teman-temannya di madrasah.
Sejak saat itu gadis kelahiran Kurau 16 Oktober 1999 itu tidak mau lagi bermain dengan teman-temannya dan lebih banyak menyendiri di rumah. Kalau pun keluar dari rumah hanya untuk membantu orangtuanya berjualan kue.
Beberapa bulan lalu kondisinya masih normal, dapat berjalan seperti biasa, bahkan Sifa sering ke RS Sambang Lihum di Kabupaten Banjar untuk berobat.
“Namun sekitar dua bulan terakhir, Sifa mulai mengeluh sakit pada kakinya saat berdiri, hingga akhirnya tidak dapat berdiri sama sekali,” terang janda yang ditinggal suaminya meninggal 20 tahun lalu itu.
Saat ini Sifa masih dalam pemeriksaan dokter di ruang observasi RSUD Hadji Boejasin, belum diketahui tindakan apa yang akan diberikan tim dokter yang menanganinya. (zkl/foto: zul yunus)