PELAIHARI, banuapost.co.id– Pencarian terhadap penumpang KM Niki Sejahtera yang dilaporkan menceburkan diri ke laut untuk sementara dihentikan setelah sampai hari ke-7 jasad penumpang bernama Herlan belum ditemukan tim SAR gabungan.
Penghentian pencarian Warga Desa Sukaraja, Provinsi Banten itu, diakhiri pada Jumat (9/12) sesuai SOP pencarian orang hilang. Operasi SAR dapat dibuka kembali jika ada tanda-tanda korban ditemukan.
Selama tujuh hari tim SAR gabungan yang meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin atau Basarnas, Satpolairud Polda Kalsel, Lanal Banjarmasin dan KSOP Banjarmasin, sudah menjelajah perairan Tabanio, namun lelaki berusia 32 tahun itu tak kunjung ditemukan.
Tim SAR Gabungan telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban serta agen kapal PT Berlian Lautan Sejahtera. Berdasarkan hal tersebut seluruh unsur Tim SAR Gabungan kembali kesatuannya masing-masing.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Al Imrad, sesuai SOP dan evaluasi hasil pencarian selama 7 hari yang sudah dilakukan dan belum membuahkan hasil, pencarian dihentikan.
“Pencarian sampai hari ini (Jumat, 9/12) atau hari ketujuh pencarian belum juga membuahkan hasil, untuk itu sesuai SOP pencarian dihentikan,” kata Al Imrad dalam keterangan pers melalui WA Grup.
Meski demikian, lanjut Al Imrad, Tim SAR akan terus memantau perkembangan di lapangan. Kalau ada tanda-tanda, operasi dapat dilanjutkan kembali.
Seperti diberitakan sebelumnya tim SAR menerima laporan ada penumpang yang menceburkan diri ke laut dari KM Niki Sejahtera yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Dilaporkan penumpang itu mencebur ke laut pada Sabtu (3/12) sekitar pukul 19.30 Wita. (zkl/foto: ist)