MARTAPURA, banuapost.co.id– Rombongan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Bubuhan Banjar (PP-IPBB), hadiri Haul Akbar Abah Guru Sekumpul di Martapura. Kabupaten Banjar, Kamis (26/1).
Mereka yang tiba Minggu (22/1) sore, sebelumnya, juga berziarah ke makam-makam Waliyullah ,seperti di komplek Kalampaiyan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Sultan Suriansyah. Bahkan, rombongan juga diberi kesempatan untuk bersilaturahmi kekediaman Wali Muing di Pagar Dalam.
“Alhamdulillah, ini bagi saya dan rombongan sangat berkesan dan sangat bersyukur dapat bersilaturahmi ke bubuhan Banjar di Kalsel, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesempatan lagi untuk tahun depan, dan Insaallah akan kita agendakan masuk dalam Wisata Religi IPBB,” tutur Yoko Handani, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Bubuhan Banjar di lokasi Haul Abah Sekumpul ke-18.
“Meski sampai di Banjarmasin disambut dengan guyuran hujan yang cukup lebat, tidak menyurutkan kami untuk melaksanakam niatan berziarah ke makam para walinya Allah, karena bagi kami ini sebuah berkah. Alhamdulillah. Semoga Allah SWT memberikan kebaikan untuk kami semuanya,” imbuhnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal PP-IPBB, Normansyah, mengaku merasakan hal yang sama. Bahkan kesempatan menghadiri Haul Abah Sekumpul ini menjadi titik balik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencintai para wali-wali Allah di Banjarmasin.
“Sesuai arahan pak Ketua, insaallah akan kita agendakan wisata religi ini di tahun depan, kali ini kita hanya beberapa orang saja, hanya membawa dua kendaraan roda empat,” jelas Normansyah.
“Mudah-mudahan tahun depan anggota IPBB lainnya bisa ikut hadir, minimal 5 hingga 10 persen lah yang ikut, jadi bisa puluhan mobil ber-iringan, atau sekalian kita sewa mobil Bus,” lanjutnya.
Senada, Bunda Rina sebagai penunjuk jalan rombongan mengatakan, Haul Abah Sekumpul yang dilaksanakan setiap tahunnya, selalu di penuhi jamaah dari berbagai daerah, baik dari pulau Kalimantan, Sulawesi, Jawa bahkan dari luar negeri.
Sehingga Haul Abah Sekumpul ke-18 tahun ini, dipastikan akan sangat ramai karena sudah 3 tahun berturut-turut panitia tidak melaksanakan akibat kondisi Covid-19 melanda negeri.
“Insaallah tahun ini Haul Abah Sekumpul ke-18 pasti ramai, karena memang 3 tahun sempat ditutup untuk umum, jadi jamaah dari daerah lain, sudah sangat rindu dengan pelaksanaan Haul ini,” ucapnya.
Bunda Rina yang hapir setiap tahunnya bersilaturahmi ke Banjarmasin, Kalsel, sejak tahun 2006 silam, melihat berbagai perubahan-perubahan. Bahkan yang dahulunya jalur trans Kalimantan hanya berupa agregat, hingga menjadi jalan yang mulus dan bahkan kembali lagi menjadi jalan yang rusak.
“Kami mengambil jalur dari Tarakan naik Feri ke Sebawang KTT, lalu menuju Berau dan nginap semalam dulu, lalu pada ke esokan harinya baru menembus jalur poros Wahau, disini jalannya kurang begitu bagus hingga sampai ke jalan poros Sangatta Bontang, kami berharap Pemerintah Provinsi Kaltim segera dapat memperbaiki dan memperbagus jalur trans Kalimantan, karena sangat membahayakan para pengguna jalan,” ujar Bunda Rina.
Sekedar informasi, Jalur Trans dari Sebawang ke Jelarai masih cukup bagus, lepas dari Jelaray menuju Berau terlihat jalan yang sedikit rusak, lalu memasuki wilayah Poros Wahau, Sangatta Bontang, jalannya cukup menghawatirkan. Namun, ada sebagian jalan yang baru saja di perbaiki dengan aspal hotmik. (ril/foto: ist)