PELAIHARI, banuapost.co.id– Beberapa pemukiman di Kabupaten Tanah Laut terdampak banjir akibat akibat curah hujan tinggi. Bahkan hingga menggenangi ruas jalan Provinsi yang menghubungkan kota Pelaihari dengan Kecamatan Takisung. Ranggang, Desa Batilai, Kecamatan Takisung, Desa Ambungan dan Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari.
Genangan yang merendam jalan dan pemukiman itu akibat hujan yang turun sejak Rabu (25/1) malam pukul 22:00 Wita hingga Kamis (26/1) pagi. Air sempat masuk ke dalam rumah warga setinggi 50 sentimeter.
Meski genangan tidak berlangsung lama, hanya sekitar 3 sampai 4 jam, tetap saja banjir membuat kerepotan sekitar 300 kepala keluarga yang bermukim di kawasan terdampak, seperti Desa Ranggang, Desa Batilai, Kecamatan Takisung, Desa Ambungan dan Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari.
Para pengguna kendaraan roda dua juga dibuat kerepotan dengan adanya genangan di ruas jalan provinsi yang melintasi Desa Ranggang dan Desa Batilai, selain airnya mengalir deras dalamnya juga mencapai 30 sampai 50 sentimeter.
Banyak pengendara yang terpaksa menumpang di truk atau mobil pick up yang ingin melintas, baik dari arah kota Pelaihari maupun dari arah Takisung.
Di Desa Ranggang banjir biasanya merendam kawasan RT 1 dan RT 4. Sedang di Desa Batilai rumah yang terdampak di RT 1 RT 3 dan RT 4. Sementara di Desa Ambungan rumah yang terdampak berada di RT 3 dan di Desa Panggung banjir menggenangi rumah warga di RT 18.
Zakaria warga RT 1 Desa Ranggang mengatakan, genangan naik sampai ke pemukiman dan ruas jalan sekitar pukul 08:00 Wita. Biasanya, air akan kembali surut setelah hujan mulai reda.
“Hujannya deras sekali sejak tadi malam, sampai pagi ini,” kata Zakaria yang rumahnya sempat terendam sekitar 50 sentimeter.
“Ini sudah ada penurunan, mudah-mudahan hujan segera berhenti, biasanya paling lama tiga jam air sudah turun,” lanjut Zakaria.
Sementara menurut Kepala Desa Batilai, Muhdi, ada sekitar 100 rumah atau 150 jiwa yang terdampak banjir,
Sama seperti Desa Ranggang, air yang menggenangi pemukiman di Desa Batilai paling lama sekitar 3 jam.
“Genangan memang tidak lama, namun tetap saja membuat warga kami kerepotan membersihkan rumahnya dari lumpur yang dibawa banjir,” kata Kades Batilai saat dikonfirmasi Kamis (26/01). (zkl/foto: zul yunus)