PELAIHARI, banuapost.co.id– Dalam satu pekan terakhir, titik api mulai bermunculan di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Diperkirakan sudah sekitar 100 hektare lahan yang ditumbuhi bundung (Scirpus grossus L) serta semak belukar, terbakar.
Titik-titik api itu muncul di Kecamatan Tambang Ulang dan Kecamatan Bati-Bati. Di Kecamatan Tambang Ulang, titik api muncul di Desa Pulausari, Desa Gunung Raja dan Desa Bingkulu. Sedang di Kecamatan Bati-Bati, api muncul di Tekuk Pulantan Desa Ujung dan Desa Benua Raya.
Berdasarkan informasi petugas di lapangan, sampai saat ini hampir 100 hektare lebih lahan yang terbakar akibat musim kemarau. Areal yang paling luas terjadi di Desa Pulausari.
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan itu dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, Satuan Polisi Pamong Praja dan pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Tala, Pesrsonel TNI dan Polri serta relawan dan masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Petugas gabungan berjibaku memadamkan api yang sebagian besar berada jauh dari jangkauan mobil pemadam kebakaran, sehingga proses pemadaman menggunakan mesin pompa portable dan beberapa peralatan pemadam kebakaran lahan, seperti kopyor dan jet sutter serta ember.
Untuk mengejar api yang terpencar itu tidak jarang memaksa petugas pemadam gabungan menyeberang sungai dengan berenang.
Ilham, petugas pemadam kebakaran dari relawan Baratip Baamal Bati-Bati, yang turun memadamkan karhutla di Desa Benua Raya dan Desa Ujung mengatakan, api sudah muncul beberapa kali di Kecamatan Bati-Bati, seperti di Teluk Paku dan Tanggul, kini api muncul lagi di Desa Benua Raya dan Desa Ujung.
“Api kebakaran hutan dan lahan sudah sering bermunculan, sementara lokasinya banyak yang berada jauh dari jalan poros dan sebagian tidak terdapat kantong-kantong air, sehingga kami kesulitan memadamkannya,” kata Ilham.
Sementara di Kecamatan Tambang Ulang, api kembali muncul sejak Rabu (31/5) sampai Kamis (1/6) malam, sebagian api padam dengan sendirinya, karena jauh dari jangkauan, sedang sekitar 5 hektare dipadamkan tim gabungan dengan mengerahkan peralatan seadanya.
Alfian, kondinator lapangan BPBD Tala, mengatakan, petugas BPBD Tala mendapat informasi adanya karhutla padas Kamis (1/6) sekitar pukul 12:30 Eita dan langsung mengerahkan regu A menuju lokasi.
“Kami baru mendapat laporan pada siang hari dan meluncurkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta peralatan pemadam kebakaran lainnya,” kata Alfian di sela-sela istirahat di lokasi karhutla.
Menurut Alfian, api berkobar dengan cepat membakar belukar dan lahan bundung dibantu tiupan angin yang cukup kencang.
Alfian menambahkan, akibat hembusan angin kencang tersebut membuat api cepat membesar dan titik api bertambah akibat bara api yang terbang terbawa angin.
Berdasarkan pantauan di lapangan upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan tidak berjalan dengan maksimal, karena lokasi lahan yang terbakar jauh dari jangkauan mobil-mobil pemadam kebakaran.
Akibatnya para petugas pemdam gabungan terpaksa memanfaatkan peralatan seadanya untuk memadamkan api, mulai dari pompa portable yang harus digotong ratusan meter bahkan mencapai satu kilometer. (zkl/foto: ist)