PELAIHARI, banuapost.co.id– Berbagai upaya dilakukan pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) dalam menghadapi masa-masa sulit sepanjang tahun 2023, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, termasuk menghadapi gagal panen sebagian besar petani Tala akibat kekeringan.
Operasi pasar atau pasar murah menjadi andalan Diskopdag Tala untuk membantu daya beli masyarakat, karena kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah selisihnya lumayan besar mulai dari Rp2000 sampai Rp10.000.
Setidaknya sampai penyelengaraan Pasar Murah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Pelaihari, Jumat (17/11) lalu merupakan pasar murah ke 50 yang digelar Diskopdag Tala sepanjang tahun 2023 dari target 56 pasar murah.
Kepala Diskopdag Tala memastikan, harga yang dijual di pasar murah ini diyakini lebih murah dari harga pasaran secara umum untuk membantu warga mendapatkan bahan bahan yang diperlukan dengan harga yang terjangkau.
Pasar murah tersebut tidak saja berlangsung di dalam kota Pelaihari, tapi juga sampai pelosok pedesaan, bersamaan dengan acara Manunggal Tuntung Pandang, atau acara Bupati dan Wakil Bupati bermalam di desa.
Pasar murah juga bagian dari upaya menekan laju inflasi di 11 Kabupaten Kota di Kalsel, salah satunya di Kabupaten Tala, selain pasar murah pembagian bibit cabai, bantuan telur serta bahan pangan lainnya juga dapat menekan laju inflasi.
Bahkan berdasarkan keterangan dari Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suparmi, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara (HSU), dan Tapin merupakan empat Kabupaten di Kalsel yang minus Indeks Perkembangan Harga (IPH).
Apa yang disampaikan Suparmi pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah minggu ke-II Bulan November bersama Kementerian Dalam Negeri melalui virtual di Command Center Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru itu membuktikan pasar murah salah satu upaya menekan laju inflasi.
Keberadaan Pasar Murah, bagi masyarakat benar-benar sangat membantu mendongkrak daya beli mereka, karena selisihnya dengan pasar tradisional lumayan tinggi.
Contohnya beras 5 kg (per sak) dipasar dijual seharaga Rp60.000 per sak, di pasar murah hanya Rp50.000 sampai Rp52.000 per sak. Gula pasir yang dipasar tradisional sudah mencapai Rp18.000 sampai Rp19.000, di pasar murah dijual Rp15.000 per kg.
Minyak Goreng, Telur Ayam Ras juga merupakan barang-barang yang hadir di arena pasar murah dan harganya sudah pasti lebih rendah dafri di pasar tradisional.
Sehingga tidak heran apabila pasar murah sering hanya berlangsung dalam hitungan kurang dari 2 jam barang-barang yang disediakan sudah habis terjual.
Tidak sampai disitu saja, arena pasar murah juga sering dijadikan ajang promosi para pelaku UMKM di Tala, biasanya puluhan pelaku UMKM ikut menggelar produknya, sambil berjualan dan promosi.
Kepala Diskopdag Tala Syahrian Nurdin menyampaikan dengan adanya operasi pasar murah merupakan kesempatan yang baik bagi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memasarkan hasil produksi barang dagangannya.
Diketahui terdapat pelaku usaha diluar binaan Diskopdag Tala ada 23 peserta dan dari UMKM binaan Diskopdag Tala 30 peserta bahkan dari luar Tala yaitu Banjarbaru dan Banjarmasin yang berpartisipasi pada operasi pasar murah. (zkl/foto: ist)