PELAIHARI, Banuapost.co.id- Seorang penyadap karet di Desa Bingkulu, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kamis (4/1) menemukan bayi tergeletak di bawah pohon kelapa sawit.
Penemuan bayi tersebut sekitar pukul 07.30 Wita saat Linda, warga RT 8 Desa Bingkulu ingin menyadap karet milik Misradi. warga RT 1 Desa Bingkulu.
Saat berada di lokasi, tiba-tiba Linda mendengar suara tangis bayi, penasaran wanita itu pun langsung mencari asal suara yang terdengar dari kebun karet rempatnya menyadap. Ternyata suara itu datang dari arah kebun kelapa sawit yang ada di samping kebut karet.
Linda sempat kaget saat melihat sesosok bayi yang tergeletak di atas plastik bekas tanpa sehelai benang, bahkan tali pusarnya masih menempel.
Ia bergegas melepas kerudung penutup kepalanya untuk mengangkat bayi yang diduga baru saja ditinggal orang tuanya itu.
Penemuan bayi itu akhirnya sampai ke tangan polisi Polsek Tambang Ulang, untuk menyelamatkan bayi, petugas langsung mengirimnya ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
Bayi malang itu saat ini ditangani perawat di RSUD Hadji Boejasin, Bayi masih merah itu ditempatkan di ruang Perinatologi dan untuk menghangatkan badannya perawat menempatkan bayi itu di dalam incubator.
Menurut Kasi pelayanan medik RSUD Hadji Boejasin. dr Irwan Setyawan, secara umum kondisi bayi saat di rujuk ke RSHB dalam kondisi baik.
“Kondisinya cukup baik, dengan berat 2 koma 7 kilogram dan panjang 49 sentimeter,” kata dokter Irwan saat dikonfirmasi Kamis (04/01/2024).
Kasus penemuan bayi ini masih ditangani jajaran Polres Tala, Kapolres Tala AKBP Muhammad Junaeddy Johnny saat dikonfirmasi mengatakan anggotanya masih melakukan penyelidikan. (zkl/foto: ist)