BATULICIN, Banuapost.co.id– Buku lokal berjudul Figura Tanah Bumbu dan buku Sebait Asa di Usia Senja menjadi topik pembahasan dalam bedah buku yang di selenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) bekerjasama dengan Komunitas Pegiat Gambar (Kopiambar) Bacarita, Rabu (25/9).
Kegiatan yang diharapkan menggelorakan keliterasian ini berlangsung di lantai III kantor pelayanan umum perpustakaan Dispersip Tanah Bumbu. Pada kegiatan yang berlangsung serius namun santai, menghadirkan enam penulis sebagai pembicara, Mia Ismet, Muhammad Luthfi, Fauzi Rohmah, Sri Purwati, Muzakkir Munzir dan Ari Robi Rusadi. Secara paraler penulis berbagi pengalaman prihal karya yang telah dibukukan.
Kegiatan ini berhasil menyita untusias peserta. Hal ini dilihat dari tingginya partisipatif peserta. Bahkan peserta yang hadir melaumpaui target panitia. Diskusi berlangsung alot dengan ragam pertanyaan yang menghidupkan suasana bedah buku. Hingga waktu yang dijadwalkan berakhir, bahkan diskusi masih berlangsung.
“Antusias peserta patut diapresiasi . Jumlah peserta yang banyak dan berjalannya diskusi yang dinamis menjadi semangat tersendiri,” ujarnya saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi,” kata Kepala Dispersib Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani.
Lebih lanjut Yulia menyampaikan komitmen instansinya untuk terus menggiatkan kegiatan keliterasian di Bumi Bersujud. Serangkaian kegiatan kelitarasian yang intens dilakukan pihaknya saat ini tidak lain untuk mengdongkrak indeks literasi di Tanah Bumbu.
“Indeks literasi kabupaten kita terus meningkat setelah tahun 2022. Semola kita berada di urutan belakang kini berlahan meningkat. Kita berharap serangkaian kegiatan keliterasian yang kita galakkan sekarang semakin memengaruhi budaya literasi kita yang pada akhirnya mendongkrak angka indeks literasi kita,” tandasnya.
Sementara, Sekretaris Dispersip, Muhammad Saleh, mengatakan pihaknya melalui kebijakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan terus menciptakan program transpormasi inklusi sosial yang memajukan pengetahuan dan mendorong kreatifitas.
“Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Perpusnas, 2 poin ini menjadi poin penting untuk mendongkrak angka kemiskinan,” tandasnya.
Bedah buku ini menghadirkan peserta penulis dari berbagai great. Penulis senior, penulis madya dan penulis muda di kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini juga mengakomodir peserta berdasarkan sebaran kecamatan. (uza/foto: bzak)