PELAIHARI, Banuapost.co.id- Sempat sepi sejak adanya pembakaran kapal cantrang di perairan pesisir Kalimantan Selatan, dan diamankannya dua kapal nelayan cantrang di Desa Muara Kintap tahun lalu, dalam beberapa pekan terakhir kemunculan cantrang mulai terlihat lagi di perairan pesisir Kalsel.
Munculnya nelayan dengan alat tangkap yang dilarang pemerintah itu dilaporkan nelayan Desa Muara Asam-Asam, Kecamatan Jorong, nelayan Desa Pagatan Besar dan Desa Tabanio, Kecamatan Takisung.
Nelayan pesisir Kalsel, khususnya yang berada di kawasan Kabupaten Tanah Laut, berharap pihak terkait melakukan penertiban, terhadap nelayan asal pesisir Utara Pulau Jawa itu.
Nelayan cantrang tersebut ada yang sampai menebar jaringnya sekitar 10 mil dari garis pantai, padahal jarak itu merupakan area yang ideal bagi nelayan lokal yang peralatannya jauh di bawah nelayan cantrang.
Menurut nelayan Tala pada bulan-bulan tertentu mereka sering berbenturan dengan nelayan cantrang tersebut, seperti saat musim nelayan Kalsel mencari kepiting laut atau rajungan. Ini terjadi sekitar bulan Mei sampai September.
Suriyadi, seorang awak kapal nelayan di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, mengatakan, saat ini cantrang tersebut banyak terlihat sekitar 20 mil dari pesisir Kalsel, namun terkadang ada yang masuk sampai mendekati 10 mil dari pantai.
Keberadaan nelayan asal pesisir Utara Pulau Jawa itu tentu saja cukup meresahkan nelayan Kalsel yang memiliki kapal dan alat tangkap yang jauh tertinggal.
“Beberapa kali jaring nelayan Kalsel rusak akibat terkena jaring nelayan cantrang,” kata Suriyadi, Sabtu (22/02/2025).
Sementara, Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tala, Iptu Alamsyah Sugiarto, membenarkan adanya laporan cantrang yang beroperasi lagi di pesisir Kalsel, khususnya Kabupaten Tala.
“Kami sudah mendapatkan laporan dari beberapa nelayan di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong tentang keberadaan cantrang,” kata Kasat Polairud Polres Tala.
Hanya saja Kasat Polairud mengimbau kepada nelayan Tala untuk tidak mengambil tindakan sendiri, kalau ada cantrang yang bekerja di wilayah yang dekat dengan pesisir diharapkan segera melapor.
“Kami mohon nelayan untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Laporkan dan kita sama-sama meminta nelayan cantrang untuk menjauh dari kawasan tangkapan nelayan lokal,” kata Iptu Alamsyah.
Nelayan pesisir Kalsel sudah beberapa kali membakar kapal nelayan cantrang, bahkan ada yang ditahan sampai berbulan-bulan, seperti kejadian beberapa tahun lalu di Desa Muara Kintap. (zkl/foto: zul)