PELAIHARI, Banuapost.co.id- Festival layang-layang Tanah Laut yang berlangsung di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tala, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), katagori layang dandang berbunyi (flute kite).
Rekor MURI tersebut diterima Bupati Tanah Laut, H Rahmat Trianto dari Awan Rahardjo salah satu petinggi musium rekor MURI.
Pada pembacaan pemecahan rekor tersebut Awan Rahardjo mengatakan rekor yang dibuat Festival Layang-Layang Berbunyi Tala ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya sebanyak 500 Layang-layang yang dicatat di Bali.
Sebelum memberikan penilaian Tim dari Museum Rekor MURI lebih dahulu melakukan peninjauan dilapangan, termasuk menghitung berapa layang-layang yang sesuai katagori untuk pemecahan rekor.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun tim Musium Rekor MURI dari sekitar 969 layang-layang 775 di antaranya memenuhi katagori. Jumlah ini menurut Awan Rahardjo sudah melampaui rekor yang pernah dicatat sebelumnya.
“Jumlah tersebut sudah melampaui rekor 500 layang-layang berbunyi atau layang dandang,” kata Awan Rahardjo.
Selain memecahkan rekor MURI nasional, menurut Awan Rahardjo Festipal Layang-Layang Batakan Tanah Laut ini juga berhasil memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dicatat di Vietnam.
“Untuk katagori flute kite atau layang dandang yang sering menggelar hanya Indonesia, Vietnam dan China,” jelas Awan Rahardjo.
Meski berhasil memecahkan rekor, nasional dan dunia, tim Rekor MURI memberikan catatan kepada panitia festival, yakni menuangkut display layang-layang yang akan dilombakan, serta pemberian nomor peserta yang tidak urut.
Ia berharap ini akan menjadi pelajaran bagi panitia yang ingin menggelar festival layang-layang yang akan menjadi atensi museum MURI. (zkl/foto: zul)