AMUNTAI, banuapost.co.id–
Ketua Tanfidziah PW NU Kalsel, H Abdul Haris Makkie, mengimbau NU-NU muda tidak
salah pilih dalam pilres, 17 April mendatang.
Menurutnya, di tengah-tengah persaingan global, kader NU
dan warga Nahdliyin pada umumnya, sebaiknya berada di depan. tidak hanya untuk mempertahankan NKRI, akan
tetapi juga membawa Indonesia lebih maju dengan pemahaman Ahlussunnah Waljamaah
(Aswaja).
Untuk mencapai itu, harus dekat dengan ulama, kyai-kyai
dan pemimpinnya. Kader NU wajib berada di tengah-tengah masyarakat, dan berada
dalam kekuasaan.
“Untuk itu kepada warga Nahdliyin, khususnya seluruh
Kalsel, tidak ada pilihan kecuali pilihan
kita, kyai kita,” tegas Abdul Haris ketika memberi sambutan pada pelantikan
PW dan PC GP Ansor Alabio, Rabu (3/4) petang
Selain pelantikan, kegiatan ini juga diisi dengan Istighosah
Kubro, Tahlil dan Sholawat Syaqil. Kegiatan dilaksanakan di Halaman Gedung Nahdatu
Ulama (NU) Alabio.
Sementara menurut Wakil Ketua Umun PP GP Ansor, Khairul
Amri, seorang pemuda sebaiknya memiliki cita-cita. Begitu juga untuk organisasi
dan negara ini.
“Salah satu cita-citanya, mendukung kyai kita 17 April mendatang,”
katanya.
Menurutnya, ada dua hal yang mendasar menjelang Pemilu
2019, yaitu munculnya gerakan radikalisme agama, yakni dengan merubah dasar
Pancasila menjadi Negara Khilafah, serta gerakan liberalisme agama, yakni
dengan membatas-batasi kegiatan keagamaan Ahlussunnah Waljamaah, dengan
membid’ahkan kegiatan NU.
“Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi pemuda Ansor
untuk menjaga dan terus melestarikan tradisi Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.
Usai kegiatan Istighosah Kubro, dilakukan deklarasi
bersama forum kyai dan santri untuk mendukung paslon capres-cawapres Jokowi dan
KH Ma’ruf amin. (yb/bie/foto: ist)
