BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Cerdas memilih produk kosmetika yang tepat dan aman di era digital, diseminarkan
di salah satu hotel, Minggu (16/6). Seminar ini dihadiri 222 apoteker.
Menurut gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten
Administrasi Umum, Heriansyah, selama 2017 industri kosmetik nasional mengalami
kenaikan pertumbuhan sebesar 20 persen atau 4 x lipat dari pertumbuhan ekonomi
nasional.
Begitupun pada kwartal 2018, meningkat sebesar 6,35
persen. Bahkan industri kosmetik di dalam negeri sendiri, terus meningkat sebanyak 95 persen.
Kenaikan pertumbuhan industri kosmetik, didorong permintaan
besar dari pasar domestik dan ekspor. Kondisi ini seiring tren masyarakat yang
mulai memperhatikan produk perawatan tubuh sebagai kebutuhan utama, terutama
untuk kaum wanita.
Dalam memenuhi kebutuhan akan kosmetik atau skincare, sebaiknya
didukung dengan pengetahuan akan bahan yang terkandung di dalam produk kosmetik
agar tidak menyebabkan iritasi jangka panjang.
“Namun sangat penting untuk melihat produk, apakah sudah
terdaftar di dalam BPOM atau belum,” ujar gubernur mengingatkan.
Sementara apoteker, sambung gubernur, diharapkan bisa
membantu menjelaskan kepada masyarakat tentang apa saja produk-produk yang
tentunya aman dan sudah ada izin.
“Ini tentunya agar masyarakat tidak membeli kosmetik yang
berbahan kimia abal-abal, hanya karena produk itu bisa membuat wajah ataupun
tubuh putih secara instan,” tandasnya. (rah/foto:
hum)
