SEMARANG, banuapost.co.id–
Inovasi BPJS Kesehatan mendapat penghargaan.
Integrated System for Traffic Accidents
(INSIDEN), aplikasi yang dikembangkan bersama PT Jasa Raharja (Persero), sejak
19 Maret 2018, masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 yang
diselenggarakan Kemenpan RB.
Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin, kepada
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, di Semarang, Kamis (18/7).
Acara penyerahan penghargaan ini, juga dihadiri Menteri
Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo dan Gubernur
Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Dalam kesempatan itu Fachmi mengungkapkan, BPJS Kesehatan
sebagai salah satu lembaga pelayanan publik, mengembangkan INSIDEN dengan
harapan semakin memudahkan peserta JKN-KIS dalam mengurus penjaminan korban
kecelakaan lalulintas.
Dahulu koordinasi penjaminan korban kecelakaan lalulintas
dilakukan secara manual. Keluarga korban harus mengunjungi Kantor Cabang PT
Jasa Raharja (Persero) dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan.
“Kini dengan hadirnya aplikasi INSIDEN, proses
penjaminan peserta JKN-KIS yang menjadi korban kecelakaan lalulintas pun menjadi
kian mudah,” katanya.
Dengan INSIDEN, lanjut Fachmi, keluarga korban tak perlu
lagi mendatangi kedua kantor cabang tersebut. Karena proses koordinasi
penjaminannya, dilakukan melalui web
service secara real time.
Menurut Fachmi, INSIDEN juga membawa keuntungan
tersendiri bagi BPJS Kesehatan, PT Jasa Raharja (Persero) dan fasilitas
kesehatan mitranya.
BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja (Persero), bisa
berkoordinasi lebih cepat. Sedang pihak rumah sakit pun, bisa memantau
prosesnya. Sehingga lebih transparan.
Selain BPJS Kesehatan, sebanyak 98 inovasi terpilih
lainnya turut mendapatkan apresiasi dari Kemenpan RB. Inovasi-inovasi tersebut
terdiri atas 19 inovasi dari kategori kementerian, 5 inovasi dari kategori
lembaga,12 inovasi dari kategori pemerintah provinsi, 41 inovasi dari kategori
pemerintah kabupaten, 21 inovasi dari kategori pemerintah kota, dan 1 inovasi
dari kategori BUMN.
Sementara menurut Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan
RB, Diah Natalisa, event ini tidak hanya apresiasi, tetapi juga kolaborasi
berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk masyarakat.
“Inovasi yang mengubah mindset dan menjadi terobosan
untuk pelayanan publik yang lebih baik,” katanya. (emy/foto: ist)
