BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Sempat diisukan kabur, penanggungjawab PT Travellindo Tours & Travel,
Supriadi, akhirnya muncul, Kamis (1/8) malam.
Supriadi mengaku baru tiba dari Jakarta, dan langsung
bertemu dengan puluhan calon haji plus yang sempat resah karena terancam gagal berangkat.
Pertemuan berlangsung tertutup bagi awak media hingga
Jumat (2/8) dinihari itu. Turut hadir jajaran Ditreskrimsus Polda Kalsel dan
perwakilan Kementerian Agama RI.
Dalam pertemuan, Supriadi menjelaskan semua kendala yang
dihadapi dalam pengurusan visa untuk jamaah. Namun membantah 53 calon haji plus
yang telah melunasi semua biaya, gagal berangkat.
“Jadwal keberangkatannya, 4 Agustus 2019. Sekarang
belum tanggal 4. Jadi belum bisa dibilang gagal berangkat,” kata Supriadi
didampingi Direktur PT Travellindo Tours & Travel, Agus, yang tak lain
adalah adiknya.
Diakui Supriadi, memang ada beberapa persyaratan iban
atau kewajiban agar visa bisa keluar yang belum dipenuhi pihaknya. Termasuk
menyetorkan uang 100 ribu dolar AS untuk seluruh jamaah.
“Rencananya kami setorkan pagi ini (Jumat). Agar
besok bisa diproses visanya. Kemudian 6 atau 7 Agustus, jamaah bisa
berangkat,” tandasnya.
Atas penjelasan tersebut, calon jamaah haji plus yang
sebelumnya sempat resah, mengaku memberi kesempatan pihak travel untuk
membereskan persoalan.
“Kalau lega betul, masih belum. Kita masih menunggu
informasi kepastian travel membayar kewajiban,” kata Herman, salah satu calon jamaah haji
usai mengikuti pertemuan.
Menurut Herman, ia dan jamaah laimnya menerima hasil
pertemuan, karena ada jaminan dari Kemenag RI dan Asosiasi Muslim Penyelenggara
Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), mengawal proses pembayara iban
untuk visa yang dijanjikan Supriadi.
Seperti halnya jamaah, jajaran Ditreskrimsus Polda Kalsel
yang mengusut kasus ini, juga menunggu kepastian janji dari Supriadi membayar
semua kewajibannya.
“Kita tunggu dulu, apakah pembayarannya dilaksanakan
atau tidak,” kata Kasubdit I
Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Suyitno.
Dalam pertemuan tersebut, juga disepakati seluruh jamaah
tidak akan mengeluarkan biaya tambahan. Sebelumnya, mereka sempat mendapat
penawaran untuk membayar Rp 60 juta per orang,agar bisa berangkat ke tanah suci
untuk menunaikan ibadah haji 1440 Hijriah.
Namun hampir semua jamaah keberataan bila harus kembali
mengeluarkan biaya tambahan. Alasannya, mereka sudah melunasi seluruh biaya
yang jumlahnya tidak sedikit. Berkisar ratusan juta rupiah per orang. (emy/foto: deny yunus)
