BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Puluhan calon haji (calhaj) plus PT
Travellindo Tours & Travel akhirnya mendapatkan jadwal keberangkatan ke
Tanah Suci. Jadwal diketahui setelah kembali mendatangi kantor travel tersebut
di Jl Pangeran Hidayatullah, Senin (5/8)
malam.
Para calon haji plus ini, diberangkatkan ke Jakarta
dengan dua penerbangan. Pertama, Selasa (6/8) sekitar pukul 09:00 Wita.
Dilanjutkan rombongan kedua di penerbangan sekitar pukul 11. 00 Wita.
Selanjutnya, pada sore harinya sekitar pukul 16.00
Wita, mereka diberangkatkan dari Jakarta
dengan satu pesawat ke Jeddah, Arab Saudi.
Seorang calon haji, Zulkifli mengatakan, selain mendapat
jadwal keberangkatan, mereka juga diperlihatkan bukti-bukti pembayan iban atau
kewajiban untuk pengurusan visa.
Sebelumnya, mereka sempat cemas karena tak kunjung
mendapatkan jadwal keberangkatan. Penyebabnya, visa mereka untuk masuk ke tanah
suci, tak kunjung beres akibat manajemen travel belum membayar iban sesuai ketentuan.
Namun, menurut Zulkifli, meski urusan visa sudah beres,
mereka harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 30 juta.
“Katanya uang Rp 30 juta itu untuk tiket pesawat
pulang pergi,” ujar Zulkifli yang
merupakan warga Kotabaru.
Diakui Zulkifli, meski semua calon haji mengiyakan
membayar Rp 30 juta, namun tidak semua menyanggupi membayar pada malam itu.
Sebagain membuat kesepakatan atau perjanjian untuk membayar dalam tempo
tertentu.
“Kami diminta membayar Rp 30 juta itu malam ini atau
paling lambat besok. Tapi kan tidak semua bisa menyediakan uang sebesar itu
dengan cepat. Makanya, ada yang membayar nanti atau sebagian dulu,” kata
Zulkifli.
Secara pribadi, menurut Zulkifli, ia bisa menerima adanya
biaya tambahan tersebut. “Anggap saja ini musibah. Tapi yang terpenting,
kami semua bisa berangkat. Bagi yang tidak bisa membayar sekarang, travel
memberi keringan membayar nanti. Namun tetap bisa berangkat,” ujarnya.
Padahal, Zulkifli sebelumnya sudah membayar lunas ongkos
naik haji sebesar Rp 170 juta.
Alasan lainnya, ia menyanggupi membayar tambahan Rp 30 juta,
karena visa yang ia dan jamaah lainnya gunakan untuk berhaji ini, merupakan
visa furoda atau undangan khusus haji non kuota dari Kerajaan Arab Saudi.
Menurut Zulkifli,
untuk visa furoda biayanya memang
lebih mahal, lebih dari Rp 200 juta. Karena visa ini tanpa antrian. Biasanya,
mereka yang menggunakan visa ini, mendaftar atau membayar di tahun
keberangkatan. Berbeda dengan visa reguler, mendaftar atau membayar biaya haji
beberapa tahun sebelum keberangkatan.
Terkait biaya tambahan ini, Penanggung Jawab PT
Travellindo, Supriyadi, membantah pihaknya yang meminta kepada calon haji.
Tetapi para calon haji sendiri yang bersepakat mengumpulkan dana untuk travel karena
mengetahui ada biaya tambahan untuk bisa mendapatkan visa furoda tersebut.
“Kami tidak ada meminta, tapi mereka sendiri yang
mengumpulkan uang tersebut,” kata Supriyadi.
Diakui Supriyadi, penggunaan visa furoda menjadi solusi
agar para calon haji ini bisa berangkat. Karena, upaya menggunakan visa kuota
haji khusus sudah tidak bisa lagi.
“Ini memang kesalahan kami yang ke depannya harus
diperbaiki. Karena terlambat dalam pengurusan visa,” ujar Supriyadi.
Meski sempat bermasalah, namun menurut Supriyadi, jumlah
calon haji yang menggunakan jasa Travellindo malah bertambah. Sebelumnya untuk musim haji tahun ini, ada 53
orang. Namun karena ada yang mengundurkan diri, jumlahnya berkurang menjadi 48
calon haji dari Kalsel.
Belakangan jumlahnya menjadi 55 orang setelah ada
penambahan dari Kalteng dan Jakarta.
Pertemuan di malam sebelum jadwal keberangkatan para
calon haji plus Travellindo ini, juga dihadiri jajaran Ditreskrimsus Polda
Kalsel.
“Bagi kami, yang terpenting calon jamaah haji ini,
bisa berangkat dulu,” kata Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel,
AKBP Suyitno.
Meski demikian, pihaknya tetap memantau rencana
keberangkatan para calon haji tersebut.
Sebelumnya, polisi mengumpulkan sejumlah keterangan dan
alat bukti, karena ada dugaan penipuan dalam kasus ini. Dugaan tersebut,
menyusul keresahan para calon haji karena sempat tak kunjung mendapat kepastian
jadwal keberangkatan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. (emy/foto: iman)
