BANJARBARU, banuapost.co.id– Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, rupanya punya program khusus setiap Jumat pagi. Paman Birin, sapaan akrabnya, jadi sensei melatih olahraga bela diri Karate untuk para SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Sebagaimana layaknya olahraga bela diri asal Jepang itu, Paman Birin sebagai sensei atau guru atau instruktur, memakai pakaian karate lengkap dengan sabuk warna hitamnya, memimpin langsung latihan di halaman Kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (9/8) pagi.
“Ayo semangat, karate itu olahraga yang menyenangkan
sekaligus mengasyikkan,” ujarnya.
Selain meningkatkan kebugaran, menurut Paman Birin, kemampuan
teknis beladiri latihan ini bertujuan memupuk rasa persaudaraan dalam setiap
penugasan pelayanan kepada masyarakat.
“Latihan juga untuk kesiapan serimonial pembukaan pada
Hari Olahraga Nasional, September 2019 mendatang,” jelasnya.
Hadir pula dalam latihan kali ini, Sekdaprov Kalsel Abdul
Haris Makkie, Kepala Dinas dan karyawan Dinas Kehutanan juga diturunkan
mengikuti latihan ini.
Seperti diketahui, karate adalah seni bela diri asal Negeri Matahari Terbit, Jepang. Seni bela diri ini sedikit dipengaruhi seni bela diri Cina Kenpo.
Karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa dan mulai berkembang di Ryukyu Islands. Seni bela diri ini pertama kali disebut Tote, yang berarti seperti Tinju China.
Ketika karate masuk ke Jepang, nasionalisme masyarakatnya pada saat itu sedang tinggi-tingginya. Sehingga Sensei Gichin Funakoshi, mengubah kanji Okinawa (Tote: Tinju China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (tangan kosong) agar lebih mudah diterima masyarakat.
Karate terdiri dari atas dua kanji. Pertama adalah ‘Kara’ yang berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’, berarti ‘tangan’. Dua kanji bersama artinya tangan kosong. (bdm/foto: ist)
