JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo membuka konperensi organisasi Insinyur se ASEAN ke-37 (The 37th Conference ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 37) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Rabu (11/9).
Konferensi ke-37 ini diselenggarakan organisasi insinyur
dari sepuluh negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Federation of Engineering
Organisations (AFEO), untuk bertukar pengetahuan, ide, serta pemikiran terhadap
pembangunan ekonomi berkelanjutan di ASEAN.
Menurut presiden, di tengah kondisi ekonomi dunia saat
ini, negara-negara ASEAN harus tetap dapat melompat ke depan dan memanfaatkan
peluang yang muncul.
Negara-negara ASEAN juga harus selalu mengembangkan
inovasi dan terobosan yang dapat menjadikan ASEAN berkembang lebih cepat.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN
merupakan sebuah kekuatan besar ekonomi dunia. ASEAN telah membuktikan diri
sebagai kawasan yang aman, kawasan yang stabil, dan menjadi kawasan dengan
pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan,” ucap presiden.
Agar dapat tumbuh dan berkembang semakin besar, lanjut
Kepala Negara, negara-negara ASEAN harus saling membantu dan lebih banyak
bersinergi, termasuk di kalangan insinyur ASEAN.
Di era revolusi industri jilid keempat sekarang ini, menurut
presiden, peranan para insinyur tak perlu diragukan. Dalam hal teknologi
misalnya, para insinyur hebat ASEAN terbukti mampu melahirkan 10 perusahaan
rintisan dengan status unicorn atau yang bervaluasi di atas USD1 miliar, di
mana 4 di antaranya berasal dari Indonesia.
Karena itu melalui penyelenggaraan CAFEO ini, Kepala
Negara berharap peningkatan kerja sama antara insinyur ASEAN di berbagai bidang.
Sehingga mampu melahirkan lebih banyak lagi inovasi-inovasi baru yang
mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN. (yb/din/foto: sekneg)
