BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan (karhutla) mulai menyelimuti Kota
Banjarmasin, Kamis (12/09) pagi.
Akibat asap karhutla di beberapa wilayah di kabupaten tetangga,
juga berdampak ikut merusak udara Kota Banjarmasin. Sehingga sejumlah warga yang menikmati suasana pagi di
Siring Nol Kilometer, Jl Jenderal Sudirman dan Menara Pandang, Jl Piere Tendean,
terpaksa memilih menggunakan masker.
Sebagian mengaku sudah merasakan kabut asap sejak sepekan
terakhir.
“Sudah beberapa hari ini, mungkin sudah satu minggu. Tapi
hari ini yang mulai terasa,” kata Ahmad Syafrudin, yang berada di siring karena
ada kegiatan dari instansi tempatnya bertugas.
Menurutnya, dibanding hari sebelumnya, kabut asap yang
menyelimuti Kota Banjarmasin, mulai dirasakan mengganggu kesehatan. Seperti
rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Namun, akunya, belum menggangu aktifitas keseharian.
Mmeski demikian, ia berharap persoalan kabut asap akibat karhutla ini bisa
segera teratasi.
Sementara Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang juga
berada di kawasan Siring Nol Kilometer mengatakan, saat keluar dari rumah dan
merasakan kabut asap, dirinya langsung update status di media social dengan
meminta maaf kepada warga Ibu Kota Provinsi Kalsel.
Bahkan slain minta maaf, Ibnu juga mengimbau masyarakat
untuk menjaga kesehatan. “Karena ini mulai menggangu kita. Karena itu, kami
berharap, kabut asap ini untuk segera hilang,” ujar Ibnu Sina.
Diakui Ibnu Sina, ada beberapa masukan kepada dirinya
untuk meliburkan anak sekolah. Namun berdasarkan pertimbangannya, kebijakan
meliburkan anak sekolah, belum diperlukan. (emy/foto: deny yunus)
