MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Lokalisasi Lembah Durian ‘Merong’ di Km 3,5 Jl Negara Muara Teweh – Puruk Cahu,
November mendatang ditutup. Ditutupnya tempat merem melek itu, sebagaimana
telah dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) Barito Utara.
“Tinggal nantinya bersama dengan FKPD, instansi
terkait, tokoh masyarakat, pemuda dan lainnya, menentukan tanggal penutupannya,”
jelas Kabid Rehabilitasi Dinsos Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Barito
Utara, Walter, Ahad (6/10).
Sebagaimana data Dinsos
PMD, lanut Walter, sebanyak 120 orang yang berprofesi sebagai Pekerja Seks
Komersial (PSK) ada di tempat tersebut.
Dari jumlah total PSK, hanya ada 15 orang yang mau
dipulangkan dengan didampingi Dinsos PMD. Sedang lainnya, memilih pulang
sendiri.
“Setelah lokalisasi ditutup, tidak ada lagi praktek
prostitusi di tempat tersebut. Sebab ini merupakan program dari pemerintah
pusat. Mereka yang tidak mau dipulangkan, juga membuat surat pernyataan,”
ucap Walter.
Setelah penutupan dilakukan, sambung Walter, dilaksanakan
upaya pencegahan praktek prostitusi masuk ke dalam kota Muara Teweh, seperti
melaksanakan razia secara rutin.
“Upaya pencegahan ini melibatkan instansi terkait, guna meminimalisir adanya kemungkinan negative pasca penutupan lokalisasi,” pungkasnya. (arh/foto: ist)
