KOTABARU, banuapost.co.id–
Pemprov Kalsel menargetkan penanaman pohon dalam program Revolusi Hijau di atas
lahan seluas 32.000 hektare.
Soal lahan yang menjadi target program Revolusi Hijau
itu, kemukakan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Dishut Kalsel, Bambang
Supriyanto, di Desa
Sungai Pasir, Pulau Laut Tengah, Kotabaru. Jumat (25/10).
Desa ini merupakan bagian dari sedang dilaksanakannya penanaman
pohon serentak di 13 kabuaten/kota se-Kalsel dalam rangka Peringatan Gerakan
Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai 2019.
Seperti diketahui, Program Gerakan Nasional Pemulihan Daerah
Aliran Sungai merupakan salah satu program strategis nasional dengan tujuan
mengatasi luasnya lahan kritis, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat
dengan memberikan manfaat yang nyata.
Untuk mewujudkan hal tersebut, UPTD Dinas Kehutanan Kalsel
di Kotabaru telah membentuk tiga UPTD yaitu, kesatuan pengelolaan hutan
produksi Pulau Sebuku, pengelolaan hutan produksi Cantung dan kesatuan
pengelolaan hutan lindung Sengayam.
Lokasi ini sendiri merupakan area Pembangunan Modal Unit Manajemen
Hutan Meranti ( PMUMHM) dengan luas areal kurang lebih 15.000 ha.
Kegitan ini dihadiri Sekdakab Kotabaru, Drs.H Said
Akhmad, Kasdim 1004/Kotabaru, Mayor Inf Samsul Kusairi, Palaksa Danlanal Mayor
Laut (P) Agus Sulistio Budi, Kapolsek Pulau Laut Tengah, Iptu H Pato S, forkopinda,
Camat Pulau Laut Tengah, Kepala desa serta perwakilan perusahaan BUMD dan swasta.
(her/foto: heri)
