MARABAHAN, banuapost.co.id–
Nilai Konsumsi pangan PPH (Pola Pangan Harapan) masyarakat Batola, sebagaimana hasil
survei 2018, baru mencapai 83,4 dari nilai standar 100. Kondisi ini menunjukan
keragaman (komposisi) pangan, masih belum mencapai harapan.
“Dengan kata lain, konsumsi karbohidrat masih didominasi
beras, dibanding sayuran dan buah serta ubi-ubian,” ujar Bupati Batola, Hj
Noormiliyani AS,
Bupati wanita pertama di Kalsel ini, mengungkapkan hal
tersebut pada Festival Pangan Lokal, Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman B2SA
serta Lomba Masak Ikan.
Kegiatan kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
(DKPP), TP-PKK Kabupaten Barito Kuala (Batola) berlangsung di Aula Selidah,
diikuti para TP-PKK Kecamatan, Desa dan Kelurahan se-Batola, Selasa (29/10).
Meski demikian, lanjut bupati, untuk konsumsi protein
yang bersumber dari ikan terlihat cukup menggembirakan, yakni sebesar 56,8 gram
per kapita per hari.
Sebelumnya, Ketua TP-PKK Batola Hj Saraswati Dwi Putranti
Rahmadian Noor berharap, seluruh hasil olahan pangan yang disajikan dalam lomba
hendaknya diarsipkan sebagai menu masakan dan minuman Batola.
Harapanya, menurut istri Wabup Batola H Rahmadian Noor
itu, menu-menu tersebut nantinya dapat dikembangkan, diolah dan dikemas untuk
lebih menarik selera serta memberikan nilai ekonomis.
“Sehingga mampu menjadi sumber peningkatan taraf
kesejahteraan keluarga di Batola,” imbuhnya.
Para ibu-ibu, sambung Hj Saraswati, juga diharapkan dapat
memanfaatkan pekarangan dengan berbagai bahan pangan yang mengedepankan
keseimbangan gizi dan kearifan lokal.
Festival Pangan Lokal B2SA dan Lomba Masak Ikan di Batola
ini menghadirkan juri terkenal, Agus Master Chef atau yang lebih dikenal Agus
Sasirangan. (rd/foto: ist)
