MARTAPURA, banuapost.co.id–
Poin 3 diraih Laskar Antasari, Barito Putera, setelah menang tipis 1 – 0 atas
Borneo FC di Stadion Demang Lehman, Kamis (31/10).
Dengan raihan poin penuh, membuat tim besutan mantan
pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, mengoleksi 29 poin. Namun belum
beranjak dari posisi ke-12. Meski demikian, Barito berhasil menjauhi zona degradasi
Laskar Antasari memilki selisih enam poin dari peringkat
ke-16, Kalteng Putra. Tim kebanggaan masyarakat provinsi tetangga Kalsel ini, merupakan
tim teratas terancam degradasi bersama Badak Lampung dan Semen Padang.
Sejak menit awal babak pertama, Barito Putera sudah
memperagakan permainan menyerang dengan terus menekan lini pertahanan Borneo
FC. Sementara tim tamu, mencoba meladeni
permainan terbuka Barito Putera.
Pressing juga dilakukan tuan rumah untuk mematikan
pergerakan pemain tim tamu. Menit ke 7, Barito Putera berhasil memecah
kebuntuan. Gol dilesakkan Rafael Silva memanfaatkan kemelut di depan gawang
Gianluca Pandeynuwu.
Unggul 1 – 0, anak-anak Barito Putera semakin gencar
melakukan serangan. Sebaliknya memasuki menit ke-20, tim tamu mencoba gencar
melangsungkan serangan untuk mengejar ketinggalan.
Namun disiplinya barisan pertahanan, membuat tim tamu
kesulitan memasuki wilayah terlarang, dalam kotak pinalti Barito Putera.
Bahkan Lerby Eliandry kesulitan untuk menembus duet pertahanan
yang digalang Donny Monim-Cassio De Jesus. Sementara kecepatan yang dimiliki Terens
Puhiri juga tak terlihat meski pertandingan sudah berjalan kisaran menit ke-25.
Sebaliknya justru Renan D Silva sempat beberapa kali merepotkan
lini tengah Barito Putera dengan aksi individunya. Borneo FC berhasil merengsek
ke dalam kotak pinalti Barito di menit ke-30.
Namun aksi yang dilakukan Terens Puhiri,masih dapat
diantisipasi lini belakang Laskar Antasari. Umpan-umpan lambung yang diperagakan
tim tamu, dapat dengan mudah diantisipasi Cassio De Jesus dan kolega.
Kerja keras dilakukan Kozuke Yamazaki untuk menghentikan
arus serangan Borneo FC. Ia kerap kali harus berduel dengan Renan maupun
Abrizal Umanailo untuk melapis lini pertahanan.
Di penghujung babak pertama, strategi Borneo FC dengan
melakukan counter attack memanfaatkan kesalahan tim tuan rumah, juga tak
membuahkan hasil. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan
Barito Putera.
Begitupun babak kedua dimulai, Barito Putera mampu
mengancam melalui tendangan keras dari luar kotak pinalti yang dilakukan Samsul
Arip Munip. Namun sigapnya Gianluca Pandeynuwu, masih mampu menyelamatkan
gawangnya
Peluang dilakukan Borneo FC melalui Lerby Eliandr. Namun
lagi-lagi, pressing ketat yang dilakukan tim tuan rumah, menyulitkan Borneo FC
mengembangkan permainannya.
Memasuki menit ke-60, tensi pertandingan cenderung
berlangsung dalam tempo sedang. Kecepatan yang dipertontonkan Rizky Pora di
babak kedua, membuat lini belakang kesulitan untuk mengantisipasinya.
Menit ke-65, tendangan Alsina dari dalam kotak pinalti
hanya menerpa mistar gawang dari Adhitya Harlan. Sementara Samsul Arip Munip, berhasil
merepotkan lini belakang tim tamu melalu aksi individunya.
Mantan pemain Arema FC itu, beberapa kali berhasil masuk ke
dalam kotak pinalti Borneo FC. Permainan terbuka yang dilakukan tim tamu,
membuat celah di lini pertahanan.
Hingga laga usai, tidak ada lagi gol yang tercipta. Skor
1-0 bertahan untuk keunggulan Barito putera atas Borneo FC. (imn/foto: iman)
