SAMPIT, banuapost.co.id–
Seorang warga di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS),
Kotim, Pindy (22), kena penyakit lumpuh.
Namun yang mengherankan, camat justeru tidak mengetahuinya.
Keluarga Asri yang tinggal di RT01/RW1, Desa Sei Ijum
Raya, tak bisa berbuat banyak. Karena mereka salah satu keluarga yang tidak
mampu.
Ikhwal putra sulungnya kena panyakit tersebut, menurut
Asri, setelah lulus di SMA 1 Muhammadiyah, 2016 lalu. Awalnya hanya merasakan kram
pada bagian dua kaki.
Karena mengira sakit biasa, berobat kampung lah yang hanya
bisa dilakukan. Ini mengingat kondisi yang memang tidak mampu untuk
memeriksakanya ke dokter atau rumah sakit.
“Sempat kisaran tiga bulan menahan sakit di kaki,
hingga berjalan pun susah. Lama kelamaan,
sampai tak bisa lagi berdiri,” ujar
Asri dengan suara terdengar lirih, ketika ditemui di kediamanya, Kamis (31/10).
Sekarang, lanjut Asri, putranya itu hanya bisa merangkak dengan
kedua belah tangan jika ingin berpindah dari tempatnya berbaring.
Asri tak menampik selama anaknya itu sakit pernah dibantu
pemerintah desa dalam hal pengobatan oleh tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Samuda
dengan pembiayaan dijamin desa.
“Selama dalam pengobatan pihak puskemas, pernah dua
kali disuntik. Tapi tak jua ada perubahan,” katanya.
Sementara Pj Kades Sei Ijum Raya, HM Juhran yang baru
menjabat, mengaku baru mengetahui kalau ada warganya yang kena penyakit
kelumpuhan.
“Ya baru tahu ada warga kita yang kena penyakit
lumpuh,” ucapnya.
Meski demikian, Sekdesnya M Samsul, membenarkan sudah dan
dua kali mendatangkan mantri ke keluarga bersangkutan.
“Kami sudah berupaya memberikan pengobatan melalui
mantri. Kami juga sudah membuatkan kartu BPJS-nya,” jelas Samsul.
Sedang Camat MHS, Drs
Syahrial, yang ditemui secara terpisah, mengaku kaget ada warga di kecamatannya
yang kena penyakit lumpuh.
Meski demikian, camat berjanji akan segera memberitahukan
ke pihak puskesmas untuk memeriksa warganya itu.
“Segera kita beritahu kepada pihak puskesmas untuk
segera ditangani, biar tahu sakitnya apa, sambil menunggu kartu BPJS yang
diurus desa,” ujar camat. (urd/foto:
ist)
