BANGKOK, banuapost.co.id- Sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang, Indonesia tengah mempersiapkan 10 stadion, tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali sebagai lokasi pertandingan.
Meski demikian, sebagai tuan rumah Indonesia menyambut
baik jika Tim Pendahulu FIFA datang untuk berkoordinasi dengan PSSI.
“Kami gembira jika ada masukan, termasuk standar
kelayakan stadion dan lainnya. Pendampingan juga telah dilakukan Dewan Olimpiade
Asia (Olympic Council of Asia), saat
Asian Games 2018,” ujar Presiden Joko Widodo.
Pernyataan itu disampaikan presiden ketika mengadakan
pertemuan bilateral dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di The Boardroom
Hotel Grand Hyatt Erawan, Bangkok.
Pertemuan itu sendiri dihelat sebelum menghadiri sidang
pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN di Impact Exhibition &
Convention Center di Bangkok, Thailand, Sabtu (2/11).
Menurut presiden, sepakbola merupakan olahraga paling popular.
Selain terdapat 1.679 klub sepakbola nasional, 77 persen rakyat Indonesia cinta
sepakbola. Sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara pecinta sepakbola
nomor 2 di dunia.
“Sepakbola adalah sarana memperkuat rasa kesatuan dan
kebangsaan rakyat Indonesia. Prestasi dalam sepakbola Indonesia, selalu menjadi
kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” kata Kepala Negara.
Sementara menurut Presiden FIFA, Gianni Infantino, sepakbola
bukan hanya sekadar olahraga. Tapi juga memberikan edukasi, tentang kehidupan
dan juga bagaimana belajar memberikan respek.
“Tentunya kami yakin Indonesia sebagai negara besar
dengan 267 juga penduduk, dapat menjadi tuan rumah yang baik. Apalagi didukung 200 juta fans
sepakbola, ini penting bagi kami,” tutur Gianni.
Dalam kesempatan tersebut, Gianni juga menyampaikan
ucapan selamat kepada Presiden Jokowi karena KLB PSSI telah berjalan lancar dan
memilih ketua Umum baru.
“Selamat semoga ketua umum yang baru dapat membawa PSSI
menjadi lebih baik dan berprestasi,” ucap Gianni.
Terakhir, Presiden FIFA berjanji akan segera melakukan
kunjungan ke Indonesia.
Turut hadir mendampingi presiden, Menkopolhukam Mahfud
MD, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono
Anung, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Duta Besar Indonesia untuk Thailand,
Ahmad Rusdi, dan Staf Khusus Presiden, Fadjroel Rahman. (yb/din/foto: setneg)
